Dinkopdag Diminta Sosialisasikan Kemudahan Investasi di Surabaya

  • Bagikan
APBD 2022, Berinvestasi
Ilustrasi Gambar (Ist)
image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Komisi B DPRD Kota Surabaya meminta Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan  mengoptimalkan kembali sosialisasi tentang kemudahan perizinan dan investasi di Kota Pahlawan, Jatim.

“Ini untuk mengembalikan kepercayaan publik setelah adanya dugaan kasus mafia perizinan oleh oknum ASN di Dinkopdag (dinas koperasi usaha kecil dan menengah dan perdagangan),” kata Wakil Ketua Komisi B DPRD Bidang Perekonomian DPRD Kota Surabaya Anas Karno di Surabaya, Jumat (17/6).

Menurut dia, kasus dugaan mafia perizinan di Dinkopdag menjadi potret buruk citra pelayanan perizinan di Kota Surabaya. Kondisi tersebut, lanjut dia, dikhawatirkan dapat mempengaruhi iklim investasi.

Selain itu, kasus tersebut seakan mencederai upaya pemulihan ekonomi dan integritas pelayanan yang dibangun oleh Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi agar Kota Surabaya kembali bangkit dari dampak pandemi COVID-19.

Oleh karena itu, Anas meminta kepada Dinkopdag untuk lebih mengoptimalkan kembali upaya sosialisasi tentang kemudahan perizinan dan investasi di Surabaya agar dapat mengembalikan kepercayaan publik.

“Karena saat ini ekonomi di Surabaya membutuhkan topangan investasi dari para pengusaha yang berbisnis sehingga perekonomian bisa tumbuh lagi dan para pengusaha ini juga bisa berkontribusi kepada Kota Surabaya,” kata dia.

Pengoptimalan sosialisasi tersebut, lanjut Anas, harus segera dilakukan agar stigma yang ada di masyarakat tentang sulitnya perizinan itu bisa dihilangkan.

“Stigma perizinan yang sulit inilah yang menjadi stimulus munculnya oknum yang menjadi mafia perizinan. Upaya sosialisasi ini banyak sekali, sarananya pun juga banyak bisa konvensional maupun digital,” katanya.

Selain itu, upaya pengawasan juga dibarengi dengan peningkatan integritas sebagai pelayan masyarakat. Anas mengatakan mengurus perizinan itu sebenarnya mudah karena sudah ada platform yang terintegrasi dan terkoneksi dengan baik seperti aplikasi Surabaya Single Window (SSW).

“Tinggal pengawasan dalam sebuah pelayan perizinan dan Integritas sebagai seorang pelayan publik yang harus ditingkatkan,” kata dia.

Kepala Dinkopdag Kota Surabaya Fauzie Mustaqiem Yos membenarkan salah satu anaknya terlibat dalam mafia perizinan.

Saat ini, oknum ASN yang diduga menjadi mafia perizinan itu sudah dilakukan pembinaan secara internal. Artinya, tidak diberikan tugas yang berkaitan dengan pelayanan perizinan maupun pembinaan kepada pelaku usaha.

“Kasus ini ternyata juga sudah diusut oleh pihak Kejaksaan Negeri Surabaya, semoga ada titik temu dan ini menjadi pembelajaran bagi kita semua,” katanya.

  • Bagikan