Ketum PDIP Megawati Peringatkan Kadernya Agar Tidak Korupsi

  • Bagikan
Ketum PDIP Megawati Peringatkan Kadernya Agar Tidak Korupsi
Ketua Umum DPP PDIP, Megawati Soekarnoputri /net
image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Mantan Presiden ke-5 Indonesia sekaligus Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri, mengingatkan seluruh kadernya untuk tidak terlibat dalam tindak pidana korupsi. Megawati mengancam, jika ada kader yang terlibat korupsi untuk segera meninggalkan partai.

Hal itu disampaikan Mega, lewat video yang ditampilkan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP Hasto Kristiyanto dalam agenda ‘Politik Cerdas Berintegritas’ Terpadu di Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (27/6/2021).

“Betapa malunya kalian itu, seumur hidup di sini tercoreng, anak-istri, kalian enggak kasian?. Enggak kasian ya sama turunan?. Saya bilang jangan korupsi, masih aja ada korupsi, get out!. Keluar kamu dari pada merusak partai kita,” kata Mega dalam video tersebut, Senin (27/6/2022).

Lewat video tersebut, Hasto menjelaskan sejumlah program internal partai yang dibentuk dan telah dijalankan dalam rangka mencegah korupsi. Program pertama adalah pendidikan politik.

Kaderisasi kepemimpinan PDIP disebut dilakukan untuk melahirkan negarawan dengan standar moral dan etika yang baik.

Adapun setiap calon pengurus partai, kepala daerah, dan anggota legislatif wajib mengikuti psikotes dan sekolah partai. Program kedua adalah pembangunan integritas.

“PDIP membangun sistem untuk menjaga integritas dengan menyusun sepaket peraturan, di antaranya kewajiban pimpinan partai melaporkan kekayaan partai kepada ketua umum, sanksi pemecatan bagi anggota dan kader partai yang tertangkap tangan KPK,” kata Mega.

Selain itu, setiap kader PDIP yang berstatus tersangka korupsi juga tidak bisa dicalonkan sebagai calon kepala daerah, wakil kepala daerah, dan anggota legislatif.

Lebih lanjut, guna melawan nepotisme, PDIP membatasi pencalonan kepala daerah dan anggota legislatif dalam satu keluarga paling banyak hanya dua orang yang bisa dicalonkan. Serta tidak boleh dalam satu tingkatan dan satu daerah pemilihan yang sama.

“Siapa berbuat itu (korupsi), pecat! Keluarkan dia dari PDI Perjuangan!,” ucap Mega menambahkan dalam video yang dipaparkan Hasto.

KPK menggelar program PCB Terpadu sebagai cara mendorong penguatan integritas di internal partai politik (parpol). Program tersebut kali ini menyasar PDIP, setelah sebelumnya beberapa partai lain.

Sejumlah elite PDIP yang hadir secara tatap muka ialah Hasto Kristiyanto, Olly Dondokambey, Djarot Saiful Hidayat, I Made Urip, dan Mindo Sianipar.

Berdasarkan data penanganan perkara hingga Januari 2022, tercatat 310 perkara yang melibatkan anggota DPR dan DPRD, 22 perkara yang melibatkan Gubernur, serta sebanyak 148 Wali Kota/Bupati dan Wakil yang ditangani KPK.(Din)

  • Bagikan