PDIP Nilai Ada Upaya Menjauhkan Megawati dengan Jokowi

  • Bagikan
PDIP Nilai Ada Upaya Menjauhkan Megawati dengan Jokowi
Pertemuan Megawati dengan Presiden Joko Widodo /net
image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) bidang Pemenangan Pemilu Bambang Wuryanto menduga ada upaya menjauhkan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dengan Presiden Joko Widodo.

Menurut dia, upaya tersebut sudah terjadi sejak lama dan tengah diulang lagi saat ini.

“Ini kan ada indikasi, saya tidak mau mengatakan fakta ini, ada indikasi kuat hubungan antara Pak Jokowi dengan Ibu [Megawati] mau dijauhkan. Itu sudah terjadi sejak lama,” kata pria yang akrab disapa Pacul, Rabu (1/6).

Namun, Pacul menegaskan Megawati dan Jokowi tidak akan pernah ‘bertabrakan’. Menurutnya, Megawati pernah mengatakan Jokowi lahir dari rahim PDIP.

Jokowi, lanjut dia, juga sempat menyatakan hubungan dengan Megawati seperti ibu dan anak.

“Ini harus dipahami karena Pak Jokowi adalah orang Solo, Bambang Pacul juga orang Solo. Kota Solo adalah kota budaya, karena di kota kecil ini yang hanya ada lima kecamatan ini muncul ada dua kerajaan,” ujar Pacul.

“Pasti tahu. Tahu budi, itu pasti, karena itu kultur, Pak Jokowi pasti, enggak mungkin. 100 persen saya jamin bahwa Pak Jokowi tak akan pernah bertabrakan dengan Ibu Megawati,” tambahnya.

Pacul kemudian berbicara soal ketidakhadiran Megawati dan Ketua DPR RI Puan Maharani tidak hadir dalam acara pernikahan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Anwar Usman dengan adik Jokowi, Idayati.

Dia menerangkan Puan tidak hadir karena harus memenuhi dua agenda pada hari tersebut.

“Mbak Puan diundang, tapi Mbak Puan punya acara dua. Pagi ke Bali untuk urusan mitigasi bencana nasional, kemudian siangnya Mbak Puan harus membuka Festival Kopi Indonesia,” katanya.

Sementara itu, Pacul mengaku tidak tahu soal alasan ketidakhadiran Megawati. Ia hanya mengungkapkan bahwa aktivitas Megawati selama pandemi Covid-19 agak terbatas.

“Bu Megawati saya tidak tahu, karena aku enggak disamping Ibu. Tapi Ibu [Megawati] untuk pertimbangan keluar itu pasti akan bertimbang ketat, Ibu [Megawati] dalam masa Covid tidak pernah keluar,” katanya.

Pacul juga menyampaikan bahwa dirinya sebenarnya diundang menghadiri acara pernikahan Anwar dengan Idayati. Namun, ia meminta kolega partai, Didi Indra Permana, untuk memenuhi undangan tersebut karena ia memiliki urusan keluarga.

“Saya waktu itu menugaskan Didi Indra Permana untuk pakai undangan saya masuk, minta maaf kepada Ketua MK, dan Didi pergi bersama Johan Budi,” ucapnya.

Sebelumnya, Ketua DPC PDIP Solo FX Hadi Rudyatmo membenarkan Megawati dan Puan Maharani tidak hadir dalam acara pernikahan, baik akad nikah maupun resepsi Anwar dan Idayati. Namun dia tidak mengetahui apakah keduanya mendapatkan undangan.

“Kemarin (Megawati dan Puan) nggak datang. Nggak tahu diundang apa nggak,” kata Rudy seperti dikutip detikcom, Jumat (27/5).

Jika Megawati ke Solo, kata Rudy, dia pasti diminta untuk menemani. Rudy mengatakan Megawati selalu hadir secara virtual di acara-acara partai selama pandemi Covid-19.

“Memang kami minta nggak usah keluar dulu selama Covid itu, di rumah dulu saja,” katanya.

Rudy pun menepis isu hubungan Jokowi yang merenggang baik dengan Mega maupun Puan. Terlebih belakangan, Jokowi seakan-akan memberi kode dukungan untuk Ganjar Pranowo di Pilpres 2024.

“Itu cuma isu. Saya kira hubungannya baik, namanya politik ya wajar kalau diisukan apa saja,” pungkasnya.[prs]

 

  • Bagikan