Sindir Erick Soal BUMN Tak Sponsori Formula E, Mufti Anam: Masak Nggak Malu Sama Produk Kecantikan

  • Bagikan
kemendag
Anggota Komisi VI DPR RI, Mufti Anam (ist/net)
image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Komisi VI DPR RI menggelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir pada Selasa (7/6). Dalam rapat tersebut Erick dicecar terkait tak ikutnya BUMN sebagai sponsorship dalam ajang balap mobil listrik Formula E Jakarta, di Ancol, pada Sabtu (4/6) kemarin.

Anggota Komisi VI DPR RI, Mufti Anam menilai kehadiran Presiden Joko Widodo saat meninjau lokasi Formula E sebelum ajang itu digelar merupakan bentuk sinyal jika Presiden meminta para menterinya untuk menyukseskan program tersebut.

“Berapa bulan sebelum formula E dilaksanakan, Pak Jokowi datang ke sana. Kalau Pak Jokowi datang kan kita sebagai menteri, sebagai pembantu presiden harusnya paham bahwa tujuan presiden ke sana memberikan sinyal kepada seluruh menterinya untuk bagaimana bisa membantu agar Formula E ini menjadi sukses, bisa mencapai golnya yaitu kemudian bisa menjadi kebanggaan bangsa kita,” katanya dalam rapat, Selasa (7/6).

Ia pun mengaku sedih. Apalagi, Ketua Panitia Pelaksana Formula E, Ahmad Sahroni sampai seolah-olah mengemis untuk minta bantuan.

“Kami sedih kemarin ternyata kawan-kawan kami sendiri aja, sahabat kami Pak Sahroni, mohon izin, beliau seperti ngemis-ngemis ke pak menteri katanya iya-iya ternyata nggak ada tuh bantuan,” sambungnya.

Menurut politikus PDIP ini, tidak terlibatnya BUMN dengan alasan pengajuan sponsor dilakukan sebelum ajang Formula E berlangsung malah menimbulkan berbagai asumsi. Sebab, Formula E dikaitkan dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

“Ada kata-kata di masyarakat yang bilang ‘Oh ini memang sengaja oleh Pak Menteri BUMN’, BUMN tidak membantu Formula E karena ini kemudian Pak Anies Baswedan ini menjadi kompetitor Pak Menteri. Saya bicara di sini bukan kapasitas saya mendukung Pak Anies Baswedan atau nggak, tidak, tapi dalam rangka kepentingan bangsa dan negara,” kata Mufti.

“Maka harapan kami Pak Menteri, sebagai publik figur, sebagai petugas negara, sebagai pembantu presiden harapan kami Pak Menteri bisa lebih bijak lagi dalam urusan ini,” sambungnya.

Lebih jauh, Mufti merasa BUMN harus malu karena tidak ikut serta dalam ajang jet darat listrik ini. Apalagi sebuah perusahaan produk kecantikan MS Glow for Men saja mau menjadi sponsor.

“Masak kita enggak malu? MS Glow ini produk kecantikan yang mereka berhasil sukses bukan karena negara ya kan, tapi anak muda ini punya keinginan untuk bagaimana ikut mengharumkan nama bangsa kita sehingga dia mau melakukan sponsorship di situ,” jelasnya.

“Maka harapan kami hal-hal yang baik yang dicontohkan oleh MS Glow ini bisa ditiru oleh Pak Menteri BUMN ke depan, dengan membuang sedikit egonya terhadap kepentingan-kepentingan politik,” tukas Mufti Anam.[prs]

  • Bagikan