Generasi Milenial Diajak Melakukan Investasi Sedini Mungkin

  • Bagikan
APBD 2022, Berinvestasi
Ilustrasi Gambar (Ist)
image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Deputy Head of Research Sinarmas Sekuritas Ike Widiawati mengajak generasi milenial melakukan investasi sedini mungkin di pasar keuangan untuk mempersiapkan masa depan.

“Berapapun nilainya (investasi) adalah langkah awal yang sangat baik,” ujar Ike dalam webinar bertajuk SimInvestasi Goes to Campus “Investasi Zaman Now, We Better Start Now” oleh SimInvest secara daring di Jakarta, Jumat (29/7).

Ike mengatakan semakin cepat berinvestasi akan semakin cepat menciptakan kebiasaan mengalokasikan uang untuk investasi. Selain itu, kebiasaan menabung juga akan meningkatkan potensi untuk melakukan investasi.

Menurut dia, meskipun sedang terjadi pelemahan ekonomi di tingkat global, generasi milenial tidak perlu khawatir karena pasar keuangan akan tetap mempunyai ketahanan dalam periode jangka panjang.

“Dalam jangka panjang harga saham trennya mengalami kenaikan,” ujar Ike.

Saat ini, tambah dia, kondisi pasar modal Indonesia lebih besar dibandingkan dengan negara-negara di Eropa. Ditambah, Indonesia saat ini masih mencatatkan performa positif pada stock market performance.

Kondisi ini membuat generasi milenial mempunyai kesempatan berinvestasi di pasar keuangan lebih dini. Ia menyarankan mereka bisa memulai berinvestasi di pasar saham yang memiliki return paling tinggi dibandingkan dengan instrumen lain dengan indeks kenaikan 12 sampai 15 persen.

Namun, apabila tidak berani mengambil risiko terlalu tinggi, lanjut Ike, milenial bisa memulai berinvestasi di pasar obligasi yang memiliki tingkat risiko lebih rendah.

Dalam kesempatan ini, Dekan Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Mercu Buana Erna Sofriana Imaningsih mengingatkan generasi milenial terkait pentingnya perilaku antisipatif, transformatif, dan adaptif dalam pola konsumsi sebagai pelaku ekonomi agar siap menghadapi segala perubahan zaman.

Sebelumnya, Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat tren transaksi perdagangan di pasar modal tanah air mayoritas telah dikuasai oleh generasi muda dengan kontribusi sebesar 81 persen pada 2021. Ditambah, indeks inklusi keuangan Indonesia mencapai 83,6 persen pada 2021, meningkat dari 81,4 persen pada 2020.

  • Bagikan