Bamsoet Apresiasi Pembukaan Rute Penerbangan Komesial Pondok Cabe-Purbalingga PP

  • Bagikan
Bamsoet Apresiasi Pembukaan Rute Penerbangan Komesial Pondok Cabe-Purbalingga PP
image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengapresiasi pembukaan rute penerbangan dari Pondok Cabe-Purbalingga (PP) dan Pondok Cabe-Cepu Blora (PP) oleh Lion Group dengan menggunakan Maskapai Wings Air.

Menurut Bamsoet, pembukaan rute penerbangan tersebut semakin membuka konektivitas wilayah Kabupaten Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap, dan Kebumen (Barlingmascakeb), Provinsi Jawa Tengah, yang selama ini masyarakat setempat kesulitan memperoleh akses transportasi dari wilayah mereka menuju DKI Jakarta.

“Karena jika harus menggunakan pesawat udara dari Yogyakarta, maka terlebih dahulu harus menempuh perjalanan darat selama 2 hingga 3 jam. Naik kereta dari Purwokerto membutuhkan waktu sekitar 5 jam. Dengan adanya Rute Pondok Cabe-Purbalingga (PP), waktu tempuh bisa dipangkas dengan penerbangan tidak kurang dari satu jam,” jelas dia dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat (5/8).

Apresiasi tersebut disampaikan Bamsoet usai meresmikan dan membuka penerbangan perdana rute Pondok Cabe-Purbalingga (PP) dan Pondok Cabe-Cepu Blora (PP) itu di Bandara Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Banten, Jumat.

Ia menjelaskan upaya menghadirkan penerbangan langsung dari Jakarta menuju Purbalingga dan sebaliknya dilakukan sekitar tiga tahun. Menurut dia, tersedianya rute penerbangan Pondok Cabe-Purbalingga (PP) dapat menarik kunjungan bisnis dan wisatawan, bahkan mengembangkan transportasi daerah berbasis lokal.

“Dengan demikian, ini membawa berkah bagi 96.000 lebih UMKM di Purbalingga, termasuk pelaku usaha industri bulu mata dan rambut palsu, 71.000 lebih UMKM di Banjarnegara, serta 40.000 lebih UMKM di Kebumen,” tambah dia.

Ia menyampaikan sebagai tahap awal, Wings Air akan menyediakan rute penerbangan Pondok Cabe-Purbalingga (PP) menggunakan Pesawat ATR 72-600 sebanyak satu kali dalam seminggu, yakni setiap hari Jumat dengan kode penerbangan IW-1710.

Pesawat itu, lanjut dia, berangkat pada pukul 08.20 WIB dari Pondok Cabe dan tiba di Purbalingga pukul 09.30 WIB. Kemudian, pesawat dengan kode penerbangan IW-1711 berangkat dari Purbalingga pada pukul 09.50 WIB dan tiba di Pondok Cabe pukul 11.00 WIB.

“Ke depannya, rute penerbangan tersebut harus bisa tersedia setiap hari sehingga semakin memudahkan konektivitas masyarakat dan mendukung geliat perekonomian di wilayah Barlingmascakeb,” lanjut Bamsoet.

Bamsoet mendorong pemerintah, khususnya Pertamina agar dapat menurunkan harga jual bahan bakar pesawat udara avtur di Indonesia menjadi lebih murah atau setidaknya mengimbangi harga jual avtur di Singapura dan Malaysia.

Upaya tersebut, menurutnya, dapat menciptakan persaingan usaha yang sehat dan kompetitif. Bamsoet menjelaskan saat ini harga avtur berkontribusi sekitar 30 hingga 40 persen terhadap biaya operasional pesawat sehingga harga avtur yang tinggi menyebabkan harga jual tiket kepada konsumen menjadi tinggi.

Sebagai gambaran, ujar dia, harga jual tiket pesawat udara rute penerbangan Pondok Cabe-Purbalingga ataupun sebaliknya mencapai Rp1.140.000 per orang. Ia menyarankan agar pemerintah mempertimbangkan pihak swasta ikut menjadi pemasok avtur di industri penerbangan Tanah Air.

“Kini, setelah pandemi mereda dan masyarakat sudah bisa bepergian, industri penerbangan kembali dihadapkan pada masalah tingginya harga avtur. Oleh karena itu, pemerintah harus segera mencari solusi. Salah satunya dengan mempertimbangkan swasta dan pelaku usaha migas lainnya masuk menjadi pemasok avtur di industri penerbangan,” saran Bamsoet.[prs]

  • Bagikan