Gabung Perindo, TGB Muhammad Zainul Majdi Ingin Bangun Kolaborasi

  • Bagikan
Gabung Perindo, TGB Muhammad Zainul Majdi Ingin Bangun Kolaborasi
TGB Muhammad Zainul Maiji/Net
image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Mantan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Tuan Guru Bajang H. Muhammad Zainul Majdi mengungkapkan ia ingin membangun kolaborasi saat bergabung dengan Partai Perindo.

“Prinsipnya bangun kolaborasi, gotong royong. Komponen bangsa harus bekerja sama,” kata T.G.B. Muhammad Zainul Majdi saat ditemui di Jakarta Convention Center (JCC) Jakarta, Jumat (5/8).

Ketua Harian Nasional DPP Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo rencananya akan melantik T.G.B. Muhammad Zainul Majdi sebagai Ketua Harian pada hari Sabtu (6/8).

“Tak usah ditanya seperti apa prosesnya, intinya adalah semua kelompok yang mungkin beda latar belakang dan profesi. Akan tetapi, kalau sudah bicara Indonesia, kita harus bangun bersama,” katanya.

Zainul Majdi juga mengaku sudah mundur dari Partai Golkar.

“Saya sudah sampaikan beberapa waktu lalu kepada Pak Ketum Golkar. Saya sudah lama tidak aktif di Partai Golkar dan beberapa waktu lalu sudah saya sampaikan kepada Pak Ketua Golkar,” katanya.

Zainul Majdi punya banyak pengalaman di berbagai partai politik. Ia pernah menduduki kursi anggota Fraksi Partai Bulan Bintang DPR RI periode 2004–2009.

Selanjutnya dia menjadi Gubernur NTB selama dua periode. yaitu 2008—2013 dan 2013—2018. Saat dilantik menjadi gubernur, dia merupakan gubernur termuda, berusia 36 tahun.

Alumnus Universitas Al-Azhar Kairo itu lalu bergabung dengan Partai Demokrat pada periode 2011—2018. Saat memenangi kursi gubernur, dia diusung partai koalisi, yaitu Partai Gerindra, Partai Golkar, PDI Perjuangan, PPP, PAN, dan dan PKB.

Setelah tidak lagi menjabat, Zainul Majdi sempat membuat heboh karena pernyataannya mendukung Presiden Jokowi dalam Pilpres 2019. Dukungannya terhadap Presiden Jokowi pertama kali tersebar melalui aplikasi perpesanan dan media sosial.

Setelah keluar dari Demokrat, Zainul Majdi kemudian menjadi kader Partai Golkar. Pendiri Nahdlatul Wathan (NW) tersebut mendapatkan jabatan sebagai Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar Bidang Keumatan. Namun, dia selanjutnya bergabung dengan Perindo.[prs]

  • Bagikan