Zulhas: Penerapan Digitalisasi Pasar Rakyat Lewat Marketplace Lebih Efisien

  • Bagikan
Zulhas: Penerapan Digitalisasi Pasar Rakyat Lewat Marketplace Lebih Efisien
Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Lampung, Sabtu (9/7/2022). Dalam kunjungan kerja tersebut, Mendag berdialog secara langsung dengan petani sawit di Desa Merak Batin, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan. (Foto: Kemendag)
image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan (Zulhas) melakukan kunjungan ke Pasar Tomang Barat, Jakarta, untuk memantau penerapan digitalisasi pasar rakyat melalui lokapasar (marketplace) Grab Mart sekaligus memantau harga dan ketersediaan barang kebutuhan pokok.

“Tidak bisa dipungkiri, platform digital itu penting untuk mempertemukan penjual dan pembeli agar lebih mudah, efisien, omzetnya naik, dan banyak untung,” kata Mendag Zulkifli Hasan lewat keterangannya, Kamis (18/8).

Pada kegiatan itu, Mendag didampingi Sekretaris Jenderal Kemendag Suhanto. Turut hadir Director of Central Public Affairs Grab Indonesia Tirza Munusamy.

Mendag berharap digitalisasi perdagangan yang dilakukan di pasar rakyat dan pelaku usaha mikro, kecil, menengah (UMKM) menjadi salah satu upaya untuk membangkitkan perekonomian di daerah dan meningkatkan omzet pedagang pasar.

Selain itu, dapat membantu menjaga stabilisasi harga barang kebutuhan pokok serta mengakselerasi pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan pascapandemi.

Dengan jumlah lebih dari 64 juta unit, UMKM Indonesia memiliki potensi untuk mengakselerasi transformasi digital sektor perdagangan dan memberikan kontribusi pada pertumbuhan ekonomi digital Indonesia.

Pasar Tomang Barat merupakan salah satu Pasar Rakyat yang telah menerapkan digitalisasi dengan membuka akun toko (on boarding) dan memasarkan produknya pada lokapasar Grab Mart.

Sebelumnya, Mendag Zulkifli Hasan juga memantau penerapan digitalisasi pasar di Pasar Cicalengka, Bandung Barat, Jawa Barat pada 25 Juli 2022.

Pada 2022, Kemendag menargetkan penerapan digitalisasi 2022 di 1.000 Pasar Rakyat dan 1.000.000 UMKM di seluruh Indonesia.

Selain bekerja sama dengan lokapasar, target tersebut diwujudkan melalui kerja sama dan kolaborasi nyata dengan berbagai pemangku kepentingan seperti dengan Bank Indonesia melalui Program Transaksi Nontunai Sehat, Inovatif, Aman, Pakai (SIAP) Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).

“Kita menargetkan seribu digitalisasi pasar rakyat dengan sejuta UMKM yang bekerja sama dengan platform digital. Diharapkan dengan platform digital, omzet pedagang pasar bisa meningkat. Dengan bergabungnya platform digital, pedagang bisa memasarkan dan menyerbu pasar internasional. Termasuk pelaku usaha besar untuk membuka gerai di luar negeri,” kata Mendag Zulkifli Hasan.

Mendag Zulkifli Hasan juga mengimbau pengelola pasar dan dinas yang membidangi perdagangan di daerah untuk turut menyosialisasikan dan mendorong program digitalisasi pasar rakyat kepada pengelola pasar dan pedagang pasar. Tujuannya, untuk mempercepat program digitalisasi pasar rakyat di Indonesia.

“Kita akan membina pasar agar bekerja sama dengan platform digital melalui pelatihan,” imbuh Mendag Zulkifli Hasan.

Sementara Tirza mengatakan, digitalisasi di pasar rakyat merupakan salah satu inisiatif yang ditingkatkan di tahun ini.

Grab percaya akan potensi UMKM Indonesia dan digitalisasi melalui Grab Mart dapat menjadi wadah bagi para pedagang pasar atau UMKM untuk mengembangkan usaha mereka.

PT Grab Teknologi Indonesia menyambut baik upaya ini dan berharap terus memperoleh dukungan dari berbagai instansi pemerintah. Grab juga berharap dapat menjalin kerja sama yang lebih erat dengan Kementerian Perdagangan dalam mendukung digitalisasi pasar rakyat.[prs]

  • Bagikan