Mom, Gak Usah Khawatir dengan Payudara Kecil Meski Sedang Menyusui

  • Bagikan
payudara kecil, ASI
Ibu Menyusui/Net
image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) menekankan bahwa ukuran payudara kecil tidak akan mempengaruhi banyaknya jumlah air susu ibu (ASI) yang diproduksi oleh ibu selama masa menyusui bayi.

“Secara logika begini, bayi tidak bisa memilih mau lahir dari ibu yang dadanya besar atau kecil. Kira-kira adil tidak kalau Tuhan menciptakan tubuh ibu yang kecil punya ASI yang tidak banyak?,” kata Ketua Umum AIMI Nia Umar dalam Vodcast Waktu Indonesia Berencana BKKBN yang diikuti secara daring di Jakarta, Kamis (29/9).

Menepis mitos terkait ukuran payudara mempengaruhi banyaknya produksi ASI, Nia menyatakan banyaknya jumlah ASI justru dipengaruhi dengan seringnya ibu menyusui bayi sesegera mungkin ketika bayi merasa lapar.

“Sama seperti ukuran gelas. Kalau kecil, saya bolak balik akan isi air, kalau payudara kecil tapi sering dikosongkan, sering disusui, maka produksinya akan bertambah. Jadi jangan khawatir,” ucapnya.

Hal lain yang dapat mempengaruhi banyaknya jumlah ASI ibu adalah kesehatan mentalnya, Nia mengatakan stres yang diderita seorang ibu sangat berpengaruh terhadap keluarnya ASI, sebab hormon-hormon dalam tubuh seperti hormone oksitosin yang berperan mendorong dan mengeluarkan ASI akan terhambat di dalam sehingga produksi ASI menurun.

“Dengan demikian, sangat penting untuk menjaga ibu dalam keadaan sehat dan bahagia terutama pada masa menyusui,” katanya.

Nia menambahkan, pada masa menyusui, bantuan suami akan sangat membantu memberikan ketenangan serta rasa nyaman pada ibu.

“Suami bisa membantu ibu membersihkan rumah atau siapkan makanan. Misalnya keluarga sudah punya anak pertama usia tiga atau empat tahun, ajak bermain agar ibu bisa fokus pada bayinya,” ucapnya.

Mengingat 50 persen keberhasilan ibu menyusui tergantung pada dukungan dari suami, Nia menjelaskan bila selain membereskan rumah para suami dapat membagi tugas seperti menggendong bayi ketika ibu lelah atau memandikan anak yang lain selagi ibu menyusui adiknya.

“Adanya dukungan suami dalam mengambil keputusan yang dikomunikasikan bersama, tidak hanya menghindarkan ibu dari terkena stres, namun juga dapat mencegah timbulnya pertikaian dengan mertua akibat adanya perbedaan pendapat dalam pola pengasuhan.

Nia mengajak para suami membantu pekerjaan rumah istri dan menjaga stabilitas mental ibu dalam kondisi yang bahagia dan sehat, supaya produksi ASI dapat diberikan secara optimal pada bayi.

“Jadi kepada para bapak ataupun suami, tolong pastikan ibu tidak stres, itu akan sangat membantu,” ucapnya.

  • Bagikan