Mulan Jameela: Kompor Listrik Tak Cocok untuk Masakan Lokal Indonesia

  • Bagikan
Mulan Jameela: Kompor Listrik Tak Cocok untuk Masakan Lokal Indonesia
Anggota Komisi VII DPR Mulan Jameela/Dok.Instagram
image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Rencana konversi gas elpiji 3 kg ke kompor induksi atau listrik ternyata mendapat kritikan dari anggota Komisi VII DPR RI Raden Wulansari alias Mulan Jameela.

Menurutnya, kompor listrik tak cocok digunakan untuk memasak masakan lokal Indonesia. Kompor listrik menurutnya lebih tepat digunakan untuk membuat masakan ala Eropa. Saat ini, ia mengaku sudah memiliki kompor listrik, tetapi terkadang masih menggunakan kompor gas untuk memasak.

“Ini saya jujur ya, kapasitas saya sebagai anggota dewan dan sebagai emak-emak. Kami di rumah saja punya kompor listrik tetap tak bisa lepas dari yang gas karena masakan Indonesia ya beda bukan masakan orang bule yang pancinya ya seukuran begitu saja,” ucap Mulan, dikutip dari YouTube Komisi VII DPR RI, Sabtu (24/9).

Maka dari itu, ia meminta pemerintah mengkaji lagi rencana konversi gas LPG 3 kg ke kompor listrik. Mulan meminta agar kebijakan tersebut tak dilakukan secara terburu-buru.

Tak hanya itu, Mulan juga khawatir kompor listrik akan membuat tagihan membengkak. Maklum, kapasitas kompor listrik mencapai 1.000 watt.

“Masyarakat yang kekurangan daya listriknya kan 450 VA, ini kebutuhannya 1.200-1.800 watt,” jelas Mulan.

Sebelumnya Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Dadan Kusdiana memastikan uji coba akan dilaksanakan pada tahun ini. Terdapat 3 kota yang akan menjadi lokasi uji coba, yakni Denpasar, Solo dan satu kota di Sumatera. Dadan menegaskan kompor listrik akan diberikan ke masyarakat secara gratis.

“Iya gratis lah, kan namanya masih uji coba ini. Dan juga nanti pas implementasikan pasti gratis. Dulu juga kan gratis waktu bagi LPG dengan kompornya. Kira-kira kita juga akan mirip seperti itu,” kata Dadan.

Saat memberikan keterangan Senin 19 September 2022, Dadan menerangkan proses uji coba ini juga untuk melihat kapasitas kompor yang tepat. Sehingga masyarakat bisa memasak dengan lebih nyaman.[prs]

  • Bagikan