Pakar Nilai Penahanan Putri Sambo Jawaban Kapolri Atas Rasa Keadilan Publik

  • Bagikan
Pakar Nilai Penahanan Putri Sambo Jawaban Kapolri Atas Rasa Keadilan Publik
Putri Candrawathi ditahan/NEt
image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Pakar Hukum Pidana Universitas Trisakti Abdul Fickar Hadjar menyambut baik keputusan polisi yang akhirnya menahan Putri Candrawathi. Istri Ferdy Sambo itu ditetapkan sebagai tersangka atas kasus pembunuhan berencana Brigadir Nopriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.

Fickar menilai, penahanan Putri Candrawathi sebagai jawaban Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo terhadap rasa keadilan publik.

“Kapolri sudah memperhatikan rasa keadilan yang hidup dalam masyarakat, bahwa seorang yang tetlibat dalam tindak pidana pembunuhan dalam proses hukum khususnya penyidikan dilakukan penahanan,” kata Fickar dalam keterangannya, Sabtu (1/10).

Fickar mengatakan penahanan Putri telah memenuhi unsur di dalam aturan perundang-undangan. Sebab, dia menjadi tersangka pembunuhan Brigadir J yang disangkakan melanggar Pasal 340 KUHP dengan ancaman hukuman minimal 20 tahun penjara.

Menurut KUHAP, seorang tersangka dengan hukuman penjara 5 tahun ke atas memang sudah semestinya ditahan.

“Syarat formal KUHAP ancaman 5 tahun lebih telah terpenuhi, tetapi karena ini kewenangan subjektif maka tergantung pada aparat penegak hukum yang berwenang Polisi atau Jaksa,” jelas Fickar.

Lebih lanjut Fickar mengungkapkan seharusnya Putri telah ditahan berbarengan dengan penetapan status tersangkanya.

Karena sesuai aturan, kata Fickar, jika tersangka kasus pidana tak ditahan dikhawatirkan menghilangkan atau merusak barang bukti, melarikan diri hingga mengulangi perbuatannya.

Terkait Putri yang baru dilakukan, jelas Fickar, lantaran adanya pertimbangan subjektif dari penyidik, penuntut umum, atau hakim.

“Jadi meskipun syarat formil dan material terpenuhi, tetapi karena itu kewenangan subjektif, penetapannya tergantung pada hak subjektif penegak hukum polisi, jaksa, hakim,” ungkapnya.[prs]|

  • Bagikan