Bawaslu Bangun Komunitas Digital Pengawas Partisipatif Perkuat Kerja Sama Multipihak Awasi Pemilu

  • Bagikan
Bawaslu, SIPS V.3
Bawaslu/net
image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Badan Pengawas Pemilihan Umum Republik Indonesia membangun komunitas digital pengawas partisipatif untuk memperkuat kerja sama multipihak dalam mengawasi penyelenggaraan Pemilu 2024.

“Yang terbaru adalah kami membangun komunitas digital pengawas partisipatif sehingga makin banyak teman-teman lintas kelompok kepentingan ataupun komunitas hobi yang akan terhubung dengan isu-isu pengawasan partisipatif,” kata anggota Bawaslu RI Lolly Suhenty kepada wartawan di Kota Batu, Jawa Timur, Senin (28/11).

Saat ini, ujar Lolly, komunitas digital pengawas partisipatif telah memiliki grup obrolan di WhatsApp (WA) yang diberi nama Komunitas Jawara Sehat. Di dalamnya terdapat para anggota pengawas partisipatif yang berasal dari beragam latar belakang, mulai dari perwakilan masyarakat sipil, akademisi, awak media, hingga pihak keamanan.

“Kami bangun komunitas ini bekerja sama dengan berbagai pihak. Salah satunya, misalnya di WA. Itu ada namanya grup WA ‘Komunitas Jawara Sehat’. Perbincangan kami sudah oke untuk pengawas digital, pengawas pemilu. Kami kasih namanya ‘Jarimu Awasi Pemilu’,” ucap Lolly.

Dengan adanya grup obrolan itu, seluruh pihak dapat bergabung sebagai pengawas pemilu dan membangun percakapan di ruang digital terkait dengan pengawasan pemilu.

“Seluruh pihak, termasuk teman-teman media massa bisa bergabung dan membangun percakapan di ruang digital,” ujar Lolly.

Dalam kesempatan sama, dia juga menyampaikan saat ini Bawaslu mengupayakan kerja sama multipihak dalam mengoptimalkan pengawasan pemilu. Selain membangun komunitas digital pengawas partisipatif, Bawaslu pun bekerja sama dengan platform media, seperti WhatsApp.

Kerja sama itu dihadirkan sebagai wujud upaya dari Bawaslu untuk melakukan pengawasan pemilu terhadap penyebaran informasi kepemiluan yang tidak bisa dipertanggungjawabkan.

“Kami sudah kerja sama juga dengan WhatsApp, teman-teman Meta. Ini dalam konteks untuk bagaimana kami berupaya menghadirkan kemampuan untuk melakukan pengawasan secara baik terhadap informasi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan,” ucapnya.[prs]

  • Bagikan