Berhasil Hentikan 6 Kasus Pidum, Kajari TTU: “Hidup Penuh Damai Itu Indah”

  • Bagikan
Berhasil Hentikan 6 Kasus Pidum, Kajari TTU: "Hidup Penuh Damai Itu Indah"
Kajari Kabupaten TTU, Roberth Jimmy Lambila. //ist
image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Roberth Jimmy Lambila, S. H, M. H, yang terkenal dengan sosok penuh integritas serta tegas dalam memberantas korupsi di Kabupaten TTU ternyata memiliki sisi lain yang tak nampak.

Dimana, sosok pemimpin yang dikenal “garang” dalam memberantas tindak pidana korupsi di Kabupaten TTU ini memiliki hati dan jiwa yang belum tentu dimiliki pemimpin lainnya.

Bagaimana tidak, sosok pemimpin yang dekat dengan masyarakat mampu menegakan hukum dengan kearifan serta kebijaksanaan yang sangat luar biasa.

Selama memimpin Kejari Kabupaten TTU, Roberth Jimmy Lambila, S. H, M. H, mampu mengukir segudang prestasi dengan membanggakan institusi kejaksaan di Republik Indonesia.

Roberth Jimmy Lambila, S. H, M. H yang ditemui wartawan dikediamannya, Rabu (23/11/2022) mengaku bahwa saat ini dalam kasus tindak pidana umum, Kejari Kabupaten TTU telah menghentikan sedikitnya enam (6) kasus tindak pidana umum.

Disebutkan Lambila, enam kasus tindak pidana umum yang berhasil dihentikan dalam tahap penuntutan oleh Kejari Kabupaten TTU diantaranya penganiayaan dan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Menurut mantan Kasi Dik Kejati NTT ini, dalam menghentikan sebuah kasus berbagai syarat wajib hukumnya dipenuhi hingga mencapai titik perdamaian. Bahkan, wajib mendapatkan persetujuan oleh Jampidum Kejagung RI.

Masih menurut Kajari TTU, terkait dengan enam kasus pidana umum (Pidum) yang telah dihentikan pada tahap penuntutan itu, selalu dibawah pengawasan Kejari Kabupaten TTU.

“Kasus – kasus yang dihentikan itu tetap berada dalam pengawasan Kejari TTU. Jika, kedepannya para pelaku kembali berulah maka kasusnya akan kembali dibuka oleh jaksa,” tegasnya.

Ditambahkan jaksa yang pernah meraih gelar jaksa terbaik dan Kajari terbaik se – Indonesia ini bahwa dalam sebuah kehidupan seseorang sangat mengharapkan dan memimpikan kedamaian didalam hati.

Untuk itu, kata dia, sebagai pimpinan di Kejari Kabupaten TTU dirinya menegakan hukum juga menggunakan hati dan kearifan serta kebijaksaan yang tumbuh dari dalam hati sebagai seorang manusia.

“Manusia atau seseorang dalam kehidupannya sangat mengharapkan kedaiaman. Dalam menegakan hukum saya menggunakan hati serta bijaksana dalam menentukan satu keputusan hukum. Jadi hati itu harus damai dan hidup dengan penuh kedaiaman itu sangatlah indah,” kata Lambila.

Kata Kajari, hukum juga perlu ditegakan namun perlu dibaringi dengan hati nurani yang bersih dan bijaksana dalam bersikap karena keadilan itu ada didalam dan tumbuh dari hati nurani setiap orang.

“Hukum itu sebenarnya adalah memanusiakan seseorang. Sehingga perlu bekerja dengan hati yang tulus dan bijaksana dalam mengambil sebuah keputusan,” ujarnya.

Diakhir wawancara ini, Kajari Kabupaten TTU ini berpesan bahwa hiduplah dengan damai, karena damai itu sangatlah indah serta bijaksana dalam mengambil sebuah keputusan karena hukum itu juga dapat memanusiakan seseorang. (rey)

  • Bagikan