Geger Skandal Korupsi di Ukraina, Sederet Pejabat Senior Mundur

  • Bagikan
Zelenskyy
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy /NET
image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Beberapa pejabat senior Ukraina mengumumkan pengunduran diri mereka pada hari Selasa (24/1/2023), menyusul skandal korupsi yang mengejutkan.

Laporan-laporan korupsi tersebut muncul pada akhir pekan lalu, seputar pembayaran gelap dan kontrak militer yang terlalu tinggi nilainya.

Dilansir media Euronews, Selasa (24/1/2023), Wakil Menteri Pertahanan Vyacheslav Shapovalov, Wakil Kepala Administrasi Kepresidenan Kyrylo Tymoshenko dan Wakil Jaksa Agung Oleksiy Simonenko termasuk di antara beberapa pejabat yang mundur dari jabatan mereka.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan, pergantian personel sedang dilakukan di tingkat senior dan bawah, menyusul skandal itu.

Pada akhir pekan lalu, laporan investigasi sebuah surat kabar Ukraina menuduh Kementerian Pertahanan menandatangani kontrak untuk memasok makanan kepada pasukan di garis depan dengan harga “dua hingga tiga” kali lipat dari harga reguler.

Kontrak tersebut berjumlah €320 juta untuk tahun 2023, menurut situs berita ZN.UA.

Kementerian Pertahanan Ukraina telah membantah tuduhan itu, mengklaim bahwa laporan tersebut adalah “manipulasi yang disengaja”.

Kementerian pun mengingatkan akan membuka penyelidikan atas “penyebaran informasi menyesatkan yang merugikan kepentingan pertahanan selama periode khusus”.

Secara terpisah, polisi antikorupsi menangkap wakil menteri infrastruktur karena dicurigai menerima suap 367.000 euro atas impor generator pada September lalu. Tuduhan ini juga dibantah oleh menteri tersebut.

Skandal tersebut, yang telah mengirimkan gelombang kejutan ke seluruh Ukraina, terjadi ketika negara-negara Eropa berselisih tentang pemberian tank-tank canggih Leopard 2 buatan Jerman ke Ukraina.

Pemerintah Ukraina mengatakan tank-tank itu dibutuhkan untuk menerobos garis pertahanan Rusia dan merebut kembali wilayah-wilayah, meskipun beberapa pejabat Eropa telah memperingatkan pengirimannya bisa meningkatkan konflik. (ndi)

  • Bagikan