Perkuat Pasukannya, Rusia Kirim Puluhan Ribu Tentara Tambahan ke Ukraina

  • Bagikan
Perkuat Pasukannya, Rusia Kirim Puluhan Ribu Tentara Tambahan ke Ukraina
/net
image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Rusia dilaporkan mengirimkan puluhan ribu tentara tambahan untuk memperkuat posisi pasukannya di garis depan pertempuran yang ada di Ukraina. Pertempuran terus berlanjut di wilayah Ukraina sejak Moskow melancarkan invasi pada Februari tahun lalu.

Seperti dilansir CNN, Selasa (24/1/2023), informasi itu diungkapkan oleh seorang pejabat militer senior Amerika Serikat (AS), yang enggan disebut namanya. Disebutkan bahwa pengerahan tentara tambahan itu bertujuan memperkuat posisi di garis depan selama beberapa bulan terakhir.

Menurut pejabat senior AS itu, tentara-tentara tambahan Rusia itu hanya memberikan sedikit perbedaan dalam konflik yang terus berlanjut di Ukraina.

Pejabat senior AS itu menyebutkan bahwa tentara-tentara tambahan itu tiba di garis depan pertempuran dalam kondisi ‘kurang perlengkapan, kurang terlatih’ dan ‘terburu-buru ke medan perang’.

Rusia diketahui telah mengirimkan tentara-tentara tambahan itu sebagai pengganti atau penguatan bagi unit-unit militer yang sudah ada, bukan unit baru yang terorganisisir dan kohesif.

Tentara-tentara Rusia itu, menurut pejabat senior AS itu, mulai berdatangan ke medan perang menyusul pengerahan mobilisasi 300.000 personel militer baru yang dilakukan Kremlin pada Oktober tahun lalu.

Pekan lalu, Kepala Staf Gabungan Militer AS Mark Milley menyebut militer Rusia mengalami kerugian lebih dari 100.000 tentara yang tewas atau luka-luka dalam pertempuran, dengan jumlah korban tewas yang ‘mungkin’ serupa juga dialami Ukraina.

Sementara perkiraan terbaru yang disampaikan Kepala Pertahanan Norwegia Eirik Kristoffersen, seperti dilansir AFP, menyebut sekitar 180.000 tentara Rusia tewas atau mengalami luka-luka dalam pertempuran di Ukraina sejak tahun lalu.

Untuk Ukraina, Kristoffersen memperkirakan 100.000 personel militer dan 30.000 warga sipil Ukraina tewas akibat invasi Moskow.

Kristoffersen tidak menjelaskan lebih lanjut soal bagaimana penghitungan dilakukan. Norwegia yang berbatasan langsung dengan Rusia, merupakan salah satu negara anggota NATO sejak aliansi militer itu dibentuk tahun 1949 silam.

Moskow dan Kiev sendiri belum memberikan data yang kredibel soal jumlah tentara dan warga sipil yang tewas dalam perang selama berbulan-bulan. (ndi)

  • Bagikan