Soal Mangkraknya Proyek BTS di Kominfo, Kemenkeu Bilang Begini

  • Bagikan
Soal Mangkraknya Proyek BTS di Kominfo, Kemenkeu Bilang Begini
Dirjen Anggaran Kemenkeu, Isa Rachmatarwata. //NET
image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengungkapkan proyek pengadaan menara base transceiver station (BTS) yang menyeret Menteri Kominfo Johnny G. Plate sebagai tersangka, mangkrak.

Direktur Jenderal Anggaran Kemenkeu Isa Rachmatarwata mengatakan proyek BTS mandek, khususnya di wilayah Papua, dipicu masalah keamanan, yakni ada kelompok kriminal bersenjata (KKB).

“Sebagian yang di daerah Papua itu yang mengalami permasalahan keamanan itu, itu yang jadi masalah (mangkrak) itu di sana,” kata Isa, di Jakarta, Jumat (19/5/2023).

Soal kelanjutan proyek BTS ke depan, Isa menuturkan pemerintah akan tetap mencari jalan untuk konektivitas layanan telekomunikasi dan informatika di Tanah Air. Dengan begitu daerah terdepan, terluar dan tertinggal (3T) juga bisa merasakan akses internet.

“Ya pada akhirnya kita harus cari jalan untuk bisa, kan kita ingin Indonesia semua connected semuanya,” ujar Isa.

Kejaksaan Agung menetapkan Johnny Plate sebagai tersangka dugaan kasus korupsi proyek pembangunan menara BTS jaringan 4G pada Kamis (17/5). Ia dijerat Pasal 2 dan Pasal 3 Undang-undang tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Menko Polhukam Mahfud Md menyebut proyek BTS yang menyeret Johnny Plate memang mangkrak dan diduga merugikan negara sampai Rp8 triliun.

“Mangkrak dan belum ada barangnya, yang ada pun mangkrak. Oleh sebab itu semula dihitung kerugian oleh kejaksaan itu sekitar Rp 1 sekian triliun, namun kemudian BPKP turun tangan,” kata Mahfud, Kamis (18/5) lalu.

Proyek pengadaan BTS dimulai pada 2020 dan ditargetkan rampung tahun ini. Nilai investasinya mencapai Rp28 triliun. Pada 2021, pengerjaan belum juga terlihat padahal modal yang dikeluarkan sudah Rp10 triliun. (ndi)

  • Bagikan