Sri Mulyani Beberkan Tujuan Dilakukannya Mutasi Pegawai di Kemenkeu

Realitarakyat.com – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan promosi dan mutasi pegawai Kemenkeu bertujuan untuk menjawab berbagai harapan dan tantangan sebagai pengelola keuangan negara yang terpercaya dan memiliki peranan sangat penting, strategis, serta handal.

Pasalnya, tantangan bagi Kemenkeu dalam mengelola keuangan negara ke depannya tidak akan mudah.

“Saya jamin tantangan Kemenkeu dan keuangan negara tidak akan makin mudah, tidak akan makin sederhana. Ini yang harus dijawab oleh institusi Kemenkeu,” ujar Sri Mulyani saat melantik sejumlah pejabat Kemenkeu, seperti dikutip dari keterangan resmi di Jakarta, Minggu.

Maka dari itu, Sri Mulyani mengamanatkan seluruh pejabat yang dilantik untuk dapat meningkatkan kolaborasi, sinergi, saling menghormati, serta kerja sama antarunit eselon satu Kemenkeu sebagai etos kerja yang dapat terus ditumbuhkan dan diperkuat.

Kemenkeu akan terus mendorong sinergi kolaborasi Kemenkeu Satu untuk menjadi Kemenkeu yang terpercaya dengan melakukan pergiliran tugas, yang akan memperkaya pengalaman seluruh pegawai.

Dengan demikian, Bendahara Negara tersebut menitipkan tugas dan tanggung jawab kepada seluruh jajaran agar dapat dijalankan dengan semaksimal mungkin, serta mampu merespons terhadap berbagai perubahan.

“Itu merupakan titipan kepercayaan terhadap tugas dan tanggung jawab yang harus dikerjakan dengan sebaik baiknya, dengan etika dan integritas yang setinggi-tingginya serta tidak boleh dikompromikan,” kata Menkeu.

Selain itu, mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu pun berharap seluruh jajaran yang dilantik agar mampu memberikan solusi terbaik terhadap berbagai permasalahan keuangan negara, serta menjaga reputasi institusi dengan baik dan bijak.

Pelantikan di lingkungan Kemenkeu dilakukan Menkeu di Jakarta, Jumat (16/6), kepada 441 pejabat baru.

Pelantikan itu di antaranya berupa promosi pejabat unit eselon satu dan eselon dua, mutasi dan promosi pejabat eselon tiga dan empat antarunit eselon satu, serta administrator dan pengawas.

Adapun pejabat yang dilantik, antara lain Aloysius Yanis Dhaniarto menjadi Kepala Biro Advokasi, Estty Purwadiani Hidayatie menjadi Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Sumatera Bagian Barat, serta Ferdinan Lengkong sebagai Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Sumatera Selatan, Jambi, dan Bangka Belitung.

Kemudian, Jose Arif Lukito sebagai Kepala Kantor Wilayah DJKN Kalimantan Timur dan Utara, Kusumawardhani sebagai Kepala Kantor Wilayah DJKN Kalimantan Selatan dan Tengah, Nella Sri Hendriyetty menjadi Tenaga Pengkaji Optimalisasi Kekayaan Negara, Tedy Syandriadi sebagai Direktur Hukum dan Hubungan Masyarakat DJKN, serta Dodok Dwi Handoko menjadi Kepala Kantor Wilayah DJKN Sumatera Utara.

Lalu, Agung Ardhianto sebagai Tenaga Pengkaji Bidang Sumber Daya Aparatur Sekretariat Jenderal, Erawati menjadi Kepala Pusat Pembinaan Profesi Keuangan, Bagus Nugroho Tamtomo Putro sebagai TP Bidang Pengawasan dan Penegakan Hukum Kepabeanan dan Cukai, Yuni Wibawa menjadi Kepala Kantor Wilayah DJPB Provinsi Sulawesi Tengah, serta Yogi Rahmayanti sebagai Kepala Pusat Kebijakan Regional dan Bilateral Badan Kebijakan Fiskal. (ndi)