Dugaan Pemerasan Oleh Pimpinan KPK ke SYL, Novel: Ini Skandal Besar

  • Bagikan
Dugaan Pemerasan Oleh Pimpinan KPK ke SYL, Novel: Ini Skandal Besar
Wakil Ketua Satgas Khusus Pencegahan Tipikor Polri Novel Baswedan. //NET
image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Mantan Penyidik KPK, Novel Baswedan menyoroti adanya dugaan pemerasan yang dilakukan pimpinan KPK terhadap Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo yang kini terjerat kasus korupsi.

Menurut Novel, pemerasan yang diduga melibatkan jajaran Pimpinan KPK merupakan skandal besar dalam sejarah pemberantasan korupsi di Indonesia.

“Ini skandal besar. Terjadinya pemerasan begini saya yakin tidak terjadi seketika. Diawali dengan pelanggaran-pelanggaran Firli Bahuri di awal masa jabatan, bertemu/berhubungan dengan pihak berperkara, diduga membocorkan data rahasia, juga banyaknya informasi diduga menerima suap, hingga sekarang akhirnya perbuatan memeras dalam penanganan perkara korupsi,” kata Novel saat dihubungi, Sabtu (7/10).

Novel menyebut kasus pemerasan ini merupakan kejahatan serius dalam pemberantasan korupsi. Pasalnya, pemerasan diduga melibatkan level tertinggi pimpinan Komisi Antirasuah.

“Kejahatan ini adalah level tertinggi dari perbuatan korupsi, celakanya diduga dilakukan oleh Pimpinan Penegak Hukum yang bertugas memberantas korupsi. Ini pengkhianatan terhadap negara yang sangat dirugikan karena praktek korupsi,” tegas dia.

Novel berharap negara bisa turun tangan mengatasi masalah ini. Termasuk mengaudit para pejabat tinggi dari Komisi Antirasuah hingga setingkat Dewan Pengawas KPK.

“Oleh karena itu kasus ini harus segera dituntaskan dan pelakunya diberikan hukuman yang berat. Ganti Dewas KPK, dan juga Pimpinan KpK lain yang bermasalah,” kata Novel.

“Selanjutnya negara harus segera memperbaiki KPK dan mendorong pemberantasan korupsi kembali berjalan dengan jujur, obyektif dan Profesional,” ungkap dia.

Sebagai informasi, sebelumnya kasus dugaan pemerasan oleh Pimpinan KPK ini dilaporkan pihak Mentan SYL ke Polda Metro Jaya. Kini kasus tersebut tengah dilakukan penyelidikan untuk mendalami adanya dugaan pemerasan oleh pimpinan KPK dalam penanganan kasus korupsi di Kementan tahun 2021.

Namun Polda Metro Jaya hingga saat ini masih merahasiakan nama pimpinan KPK yang diduga melakukan tindak pidana pemerasan tersebut.

“Mohon maaf ini masih konsumsi penyidik. Karena kita masih berproses, saya kira kita bisa saling menghormati,” ujar Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Ade Safri Simanjuntak di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis, 5 Oktober 2023 malam.

Di lain pihak, Ketua KPK Firli Bahuri telah membantah adanya penerimaan suap dari mantan Mentan Syahrul Yasin Limpo atau SYL. Firli membantah telah menerima uang 1 miliar dolar dari SYL terkait kasus korupsi di Kementan.

Firli menegaskan tak ada pemerasan. Kritik pun bermunculan atas dugaan pemerasan tersebut.

“Saya kira nggak ada orang-orang menemui saya apalagi ada isu sejumlah 1 miliar dolar, saya pastikan nggak ada. Bawanya berat itu. Kedua, siapa yang mau kasih itu,” kata Firli di gedung KPK, Jakarta Selatan, Kamis, 5 Oktober 2023.[prs]

  • Bagikan