Dukung Petani Vanili, Pemkab Jayapura Bangun Jalan Sepanjang 12 Km

  • Bagikan
Dukung Petani Vanili, Pemkab Jayapura Bangun Jalan Sepanjang 12 Km
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Jayapura Alphius Toam. //NET
image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura, Papua pada 2024 membangun jalan produktif berjarak 12 kilometer (km) guna mendukung petani, kakao, vanili dan kakao.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Jayapura Alpius Toam di Sentani, Senin (26/2/2024) mengatakan, anggaran yang dipersiapkan untuk membangun jalan pertanian di wilayah Genyem itu sebesar Rp20 miliar.

“Kami sebagai pemerintah berharap dengan pembangunan jalan ini petani akan mudah mengangkut hasil pertaniannya dari kebun ke penampungan sementara,” katanya.

Menurut Alpius, penganggaran mengenai jalan produksi dikerjakan secara bertahap sejak beberapa tahun lalu karena terkait masalah anggaran.

“Tentu banyak hal yang harus dikerjakan tidak hanya jalan, sehingga secara bertahap kita kerjakan jalan-jalan pertanian untuk mendukung petani kopi, vanili dan kakao untuk meningkatkan hasil kebunnya,” ujarnya.

Dia menjelaskan yang sudah dikerjakan beberapa waktu lalu itu jalan Suma-Bring, Bring-Yangsu, Yangsu-Sawoi kalau ditotal jaraknya kurang lebih 12 kilometer.

“Saya gambarkan lokasi jalannya di wilayah-wilayah yang dibangun itu tidak datar, melainkan ada perbukitan, turunan dan memang medannya sangat tidak layak dalam mengembangkan usaha perkebunannya,” katanya.

Dia menambahkan dengan alokasi anggaran Dinas PUPR 2024 kurang lebih Rp134 miliar diupayakan mengerjakan jalan-jalan produktif yang menjadi prioritas dalam pengembangan usaha perkebunan di wilayah Genyem.

“Dengan pembangunan jalan tersebut kami sangat berharap ekonomi masyarakat di wilayah itu terus meningkat dan kesejahteraan yang diharapkan tercapai,” ujarnya.

Wilayah Genyem atau wilayah pembangunan III meliputi beberapa distrik diantaranya Kemtuk, Kemtuk Gresi, Gresi Selatan, Nimboran, Namblong dan Nimbokrang.

Kawasan ini sejak dulu terkenal atas hasil perkebunan seperti kopi, vanili dan kakao sehingga pemerintah daerah mendukung pembangunan jalan produktif untuk meningkatkan hasil perkebunan masyarakat orang asli Papua (OAP). (ndi)

  • Bagikan