Pengakuan Pemain Pemandi Jenazah, Harus Dimandikan pada Dini Hari

  • Bagikan
Dokumenter, Pesugihan
Ilustrasi gambar/DOK/ANT
image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Pemeran tokoh Ana Marlina di film “Pemandi Jenazah” Vonny Anggraini terkenang saat diminta oleh sutradara Hadrah Daeng Ratu agar melakukan adegan dimandikan sebagai jenazah pada pukul 2.30 dinihari.

Faktanya diungkap ketika film horor “Pemandi Jenazah” ditayangkan secara serentak di bioskop Indonesia dan Malaysia pada 22 Februari 2024.

“Saya pasrah saja, mau disuruh apa juga, ayo. Mau dimandikan setengah tiga pagi juga ayo. Itu proses memandikan saya diambil jam setengah tiga pagi,” kata Vonny di Jakarta, Jumat (23/2).

Tokoh utama yaitu Lela yang diperankan Aghniny Haque, mengguyur Vonny berkali-kali dari kepala ke seluruh badan, dengan air yang terasa dingin pada waktu itu.

Vonny rela diguyur karena para kru dan pemeran film lainnya, menurut dia, juga memiliki totalitas yang luar biasa.

Seperti pemeran Siti Rodiah dalam film “Pemandi Jenazah”, Djenar Maesa Ayu, misalnya. Siti dikisahkan sebagai tokoh ibu yang taat beribadah.

Saat adegan di mana Siti memakai mukena lalu sholat, Djenar pun mesti beradaptasi karena adegan itu menjadi sesuatu yang baru baginya.

“Mungkin sebagian orang memakai mukena memang biasa. Tapi buat saya yang non-muslim, tiba-tiba diminta diambil gambarnya memakai mukena dengan cepat, butuh beberapa menit karena baru belajar memakai mukena,” kata dia.

Pemeran film “Pemandi Jenazah” lainnya Riafinola Ifani Sari alias Nola B3 juga terkesan dengan profesionalitas para aktor dan aktris bahkan mereka tetap ada waktu pengambilan gambar di liang lahat dilakukan di tempat pemakaman umum pada pukul tiga pagi.

“Suasananya pasti berasa ya. Karena jam tiga pagi nongkrong di kuburan yang benar-benar kuburan. Cuma liang lahat saja yang di-set baru,” kata Nola.

Suasana mencekam bertambah saat suara tokoh utama yakni Lela (diperankan Aghniny Haque) berteriak-teriak.

Pembelajaran

Berperan di film “Pemandi Jenazah” yang waktu syutingnya dilakukan satu bulan sejak sang ayah meninggal dunia, membuat Nola belajar.

“Aku belajar bahwa profesional itu selalu ‘all out’ jadi enggak bisa protes,” kata dia.

Film berdurasi total 107 menit itu dikemas dalam cerita yang padat, namun, tidak menghilangkan nuansa gelap dan menyeramkan.

Berbagai keseraman adegan film “Pemandi Jenazah” tidak melulu dibangun dengan efek suara kejut-mengejutkan saja. Ada juga unsur jenaka dalam ketakutan yang dibangun dalam adegan, misalnya ketika hantu mengintip berkali-kali di belakang salah satu tokoh dari balik pintu.

  • Bagikan