Komisi I DPR Dukung Rencana Mendikdasmen Blokir Game Online Roblox

Komisi I DPR Dukung Rencana Mendikdasmen Blokir Game Online Roblox
Anggota Komisi I DPR RI Oleh Soleh. //Net

Realitarakyat.com – Anggota Komisi I DPR RI Oleh Soleh menyatakan dukungannya terhadap rencana kebijakan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) untuk memblokir game online yang dinilai berdampak negatif bagi perkembangan anak, termasuk Roblox dan beberapa game populer lainnya.

Adanya migrasi perilaku pada generasi muda baik dalam aspek moralitas, karakter, dan budaya sebagai dampak dari game online tersebut menjadi perhatian serius dan perlu adanya langkah yang tepat.

“Bukan berarti membatasi ruang hobi atau menghalangi perkembangan e-sports ya tetapi kalau game tersebut membawa dampak buruk, ya harus kita evaluasi. Saat ini banyak terjadi migrasi perilaku, migrasi karakter, dan migrasi budaya pada generasi muda yang begitu pesat akibat adanya kecanduan bermain game online tersebut,” ujar Oleh Soleh, dikutip dari Parlementaria, Kamis (14/8/2025).

Politisi fraksi PKB itu menekankan saat ini penting untuk mempertahankan moralitas, karakter, bahkan spiritual generasi muda. Hal ini sebagai langkah perlindungan terhadap generasi muda dari pengaruh buruk yang dapat mengikis karakter.

“Ketika anak terlalu larut dalam game online mereka berpotensi menjadi kaum rebahan, lemah secara fisik, menurun kemampuan berpikir, emosional, dan terbiasa menyelesaikan masalah secara instan. Ini bahaya,” tutur Oleh Soleh.

Untuk itu Oleh berpesan pembangunan karakter khususnya sejak kecil harus menjadi prioritas utama dalam pendidikan. Bukan semata-mata hanya mengejar nilai akademis.

“Hari ini dunia kerja dan dunia usaha tidak lagi melihat nilai akhir di raport, tetapi menilai karakter. Kejujuran, integritas, dan etos kerja adalah hal yang mahal. Apapun yang menghalangi pembentukan karakter, walaupun digemari, negara wajib menghentikannya,” tandas Oleh.

Untuk diketahui beberapa waktu lalu Mendikdasmen Abdul Mu’ti menyampaikan larangan bagi anak-anak untuk memainkan game Roblox.

Pernyataan tersebut disampaikannya setelah mengetahui banyak siswa yang memainkan gim tersebut, saat meninjau pelaksanaan perdana program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di SDN Cideng 02 Pagi, Gambir, Jakarta Pusat.

Larangan tersebut dikeluarkan karena ia menilai Roblox memuat unsur kekerasan. Temuan ini juga sejalan dengan laporan agensi riset asal Inggris, Revealing Reality, yang mengungkap sejumlah risiko berbahaya dari game tersebut. (ndi)