Realitarakyat.com – Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin menegaskan komitmen Indonesia sebagai pelopor perdamaian dunia dalam peringatan World Interfaith Harmony Week dan International Day of Human Fraternity di Gedung DPD RI, Jakarta, Minggu (8/2).
Acara yang digelar bersama Inter-Religious Council (IRC) Indonesia ini dihadiri oleh sedikitnya 700 tokoh lintas agama dan pejabat pemerintah.
Sultan menyatakan bahwa kepercayaan dunia menjadikan Indonesia sebagai tuan rumah selama dua tahun berturut-turut merupakan bukti pengakuan internasional terhadap stabilitas kerukunan di tanah air.
Ia menekankan bahwa kebhinekaan yang terjaga di Indonesia harus menjadi pesan moral bagi komunitas global.
“Indonesia adalah bukti bahwa keberagaman budaya dan agama dapat hidup rukun. Pesan perdamaian inilah yang ingin kami bagikan kepada dunia,” ujar Sultan, kepada wartawan, di Gedung DPD/MPR/DPR RI, Jakarta, Minggu (8/2/2026).
Senada dengan hal tersebut, Ketua Kehormatan IRC Indonesia, Prof. Din Syamsuddin, menjelaskan bahwa agenda ini merujuk pada dua mandat penting PBB untuk memperkuat persaudaraan kemanusiaan.
Menurutnya, Pancasila telah memberikan fondasi yang kuat bagi bangsa Indonesia untuk mempraktikkan toleransi secara nyata sejak lama.
Sementara itu, Wakil Menteri Agama Romo Syafei menambahkan bahwa pemerintah melalui Kementerian Agama terus memfasilitasi inisiatif moderasi beragama.
Ia menyebut semboyan Bhinneka Tunggal Ika bukan sekadar slogan, melainkan praktik hidup yang sudah mengakar sejak kemerdekaan.
“Melalui kegiatan ini, kita tunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah contoh nyata dari persaudaraan manusia yang melampaui sekat perbedaan,” kata Romo Syafei.
Acara ini ditutup dengan penegasan komitmen dari berbagai Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) untuk terus merawat kemajemukan di tengah tantangan global yang semakin kompleks. (ndi)







