Hujan Guyur Riau, Asap Karhutla Inhu Mulai Mereda

Hujan Guyur Riau, Asap Karhutla Inhu Mulai Mereda

Realitarakyat.com  — Hujan deras mengguyur Kota Pekanbaru dan sejumlah wilayah di Riau sejak Jumat (18/9/2026) malam hingga Sabtu (19/9/2026) pagi. Turunnya hujan membantu membasahi lahan yang sebelumnya terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla), termasuk di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu).

Selain Pekanbaru, hujan juga turun di sejumlah wilayah Kabupaten Kampar dan Rokan Hulu. Di Inhu, guyuran hujan turut membantu meredakan kondisi karhutla yang masih ditangani aparat gabungan.

Hujan tersebut turun dua hari setelah jajaran TNI dan Polri melaksanakan Salat Istisqa di tengah penanganan karhutla di Riau.

Pada Rabu (16/9/2026), Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan bersama Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo dan rombongan melaksanakan Salat Istisqa di Desa Pulau Jumat, Kecamatan Kuala Cenaku, Inhu. Salat tersebut digelar sebagai ikhtiar meminta hujan di tengah kondisi lahan yang kering dan kebakaran yang terjadi.

Dampak hujan tidak hanya terlihat pada kondisi lahan. Kualitas udara di Pekanbaru juga membaik setelah hujan turun.

Berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), konsentrasi partikulat halus PM2.5 di Pekanbaru pada Sabtu (19/9/2026) pukul 07.00 WIB tercatat 9,9 mikrogram per meter kubik (µg/m³). Angka tersebut berada dalam kategori baik.

Kondisi itu membaik dibandingkan beberapa hari sebelumnya ketika kualitas udara Pekanbaru sempat terpengaruh kabut asap akibat karhutla di sejumlah wilayah Riau.

Hujan membantu menekan konsentrasi partikulat di udara sekaligus meningkatkan kelembapan lahan sehingga potensi munculnya titik api baru dapat ditekan.

Kepala Pelaksana BPBD Riau M Edy Afrizal mengatakan curah hujan menjadi perkembangan positif dalam penanganan karhutla.

“Curah hujan tentu sangat membantu, terutama untuk membasahi lahan dan menekan potensi munculnya titik api baru. Kualitas udara juga kita lihat membaik setelah hujan turun,” ujarnya.

Meski kondisi membaik, aparat tidak menghentikan pemantauan terhadap wilayah yang sebelumnya mengalami karhutla.

Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Akmadi mengatakan hujan memberikan dampak positif, tetapi penanganan dan pencegahan kebakaran tetap dilakukan bersama seluruh pemangku kepentingan.

“Alhamdulillah, hujan yang turun memberikan dampak positif terhadap kondisi udara dan penanganan karhutla. Namun ini bukan berarti kita berhenti. Personel tetap melakukan pemantauan, patroli dan penanganan apabila ditemukan titik api,” kata Akmadi.

Menurut dia, masyarakat juga berperan penting mempertahankan kondisi yang mulai membaik. Lahan yang lebih basah diharapkan dapat mengurangi risiko kebakaran, tetapi kewaspadaan tetap diperlukan.

Akmadi mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.

“Yang paling penting adalah jangan membuka lahan dengan cara membakar. Mari kita jaga bersama kondisi yang sudah membaik ini. Masyarakat adalah benteng utama dalam mencegah karhutla,” ujarnya.

Dengan hujan yang kembali turun, penanganan karhutla di Riau mendapat tambahan dukungan dari kondisi alam. Namun, patroli dan pencegahan tetap menjadi bagian penting untuk memastikan titik api tidak kembali muncul.(Arp)