Realitarakyat.com – Pengusaha yang juga adik Prabowo Subianto, Hashim Djojohadikusumo mengatakan siap jika dipanggil KPK terkait kasus suap ekspor benur yang melibatkan Edhy Prabowo sebagai tersangka. Hashim mengatakan tidak ada masalah atas itu.
“Tentu, kalau diundang atau dipanggil, kami akan penuhi, kami tidak ada masalah kok,” kaya Hashim dalam konferensi pers di Jetski Cafe, Jalan Pantai Mutiara, Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, Jumat (4/12/2020).
Lebih lanjut, kuasa hukumnya, Hotman Paris, menambahkan tidak ada alasan KPK untuk memanggil Hashim ataupun Rahayu Saraswati karena tidak ada kaitannya dengan kasus itu. Meski begitu, dia mengatakan pemanggilan itu tetap merupakan kewenangan KPK.
“KPK itu kan hanya memanggil kalau ada kaitannya, kalau ada bukti petunjuk, yaitu bukti petunjuk ikut dalam bisnis ekspornya, ikut sebagai penyogok, atau mengetahui, atau bantu menyogok. Ya bagaimana mau menyogok kalau izin ekspornya saja belum ada. Jadi, kalau dari segi hukum sih memang kewenangan KPK, tapi tidak ada alasan untuk panggil sebagai saksi,” ujarnya.
Sebelumnya, Edhy ditetapkan sebagai tersangka korupsi izin ekspor benih lobster oleh KPK. Selain Edhy, lembaga antirasuah itu juga menjerat enam orang lainnya sebagai tersangka.
Kasus yang menjerat Edhy sendiri bermula dari izin pembukaan ekspor benih lobster yang mulai diberlakukan tahun ini. Izin ekspor itu dianggap bermasalah, hingga akhirnya diproses KPK.
Politikus Gerindra itu diduga menerima uang Rp9,8 miliar dari pengurusan izin ekspor benih lobster tersebut. Sebagian uang tersebut telah digunakan Edhy untuk membeli sejumlah barang saat kunjungan kerja ke Amerika Serikat beberapa waktu lalu.[prs]
Adik Prabowo Klaim Siap Dipanggil KPK







