Realitarakyat.com – Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Ende, Frans Lewang, bungkam soal proyek pekerjaan jalan Pu’ukung – Orekase, Kabupaten Ende.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Ende, Frans Lewang yang dihubungi wartawan perteleponan, Selasa (02/02/2021) tidak merespon hingga berita ini diturunkan media ini.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Ende, Frans Lewang yang dihubungi wartawan sejak 01 Februari 2021 hingga 02 Februari 2021, tetap tidak merespon.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Ende, Frans Lewang hanya membaca isi pesan whats app (WA) dari wartawan namun tidak direspon hingga berita ini diturunkan.
Berbeda lagi dengan Direktur PT. SAK yang dihubungi wartawan melalui pesan WA, langsung memblokir nomor wartawan ketika membaca isi pesan untuk mengkonfirmasi soal pekerjaan ruas jalan Pu’ukungu – Orekase, Kabupaten Ende tahun 2016 – 2019.
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, tim penyidik Tipikor Polda NTT telah melakukan pemeriksaan fisik pekerjaan ruas jalan Puukungu – Orekose, Kabupaten Ende bersama ahli.
Pemerilsaan fisik pekerjaan oleh tim penyidik Tipikor Polda NTT dan tim ahli untuk menghitung fisik pekerjaan dilakukan beberapa waktu lalu dilokasi proyek ruas jalan Puukungu – Orekose, Kabupaten Ende tahun 2016 – 2019.
Berdasarkan hasil pemeriksaan tim penyidik Tipikor Polda NTT dan ahli, diduga kuat ditemukan adanya indikasi kerugian keuangan negara yang mencapai miliaran rupiah.
Untuk diketahui, proyek ruas jalan Puukungu – Orekose, Kabupaten Ende Tahun 2016 – 2019 lalu, dikerjakan menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) II.
Dimana, proyek pekerjaan ruas jalan Puukungu – Orekose, Kabupaten Ende khusus untuk tahun 2019 senilai Rp. 7 Miliar dikerjakan oleh PT. SAK.
Namun, secara keseluruhan anggaran untuk pekerjaan ruas jalan Pu’ukungu-Orekose tersebut pada tahun 2016 telah terpakai dana sebesar Rp. 16 miliar, tahun 2017 senilai Rp. 8 miliar, tahun 2018 senilai Rp. 8 miliar, sedangkan pada tahun 2019 ini Rp. 7 miliar. Semuanya dikerjakan oleh PT SAK sehingga total anggaran mencapai Rp. 39 miliar.(rey)







