Realitarakyat.com – Sekretaris Jenderal (Sesjen) Kementerian Perdagangan (Kemendag), Suhanto memimpin peninjauan Pasar Pedurungan yang berada di Semarang, Jawa Tengah (Jateng), pada Hari Kamis (25/2/2021) kemarin.
Menteri Perdagangan (Mendag), Muhammad Lutfi menegaskan bahwa pihaknya akan terus memastikan harga barang kebutuhan pokok (bapok), termasuk di daerah, tetap stabil sehingga dapat dijangkau oleh warga masyarakat setempat.
“Stabilisasi harga adalah salah satu program prioritas pemerintah untuk mendukung langkah pengendalian inflasi nasional. Pemerintah berkomitmen dan serius dalam menjaga tingkat harga barang kebutuhan pokok bagi masyarakat,” kata Lutfi dalam siaran pers Kemendag, Jumat (26/2/2021).
Sesjen Suhanto mengatakan pantauan ke Pasar Pedurungan itu dilakukan untuk memastikan pasokan bapok berjalan lancar, dan memeriksa pengaruh banjir terhadap harga-harga bapok. Dia menambahkan bahwa harga bapok di Pasar Pedurungan dalam kondisi yang stabil.
“Meski banjir, kami pantau pasokan cukup dan tak ada kendala. Secara umum harga bapok seperti gula pasir, bawang putih, beras, minyak goreng, daging ayam, dan telur dalam kondisi normal. Kami akan terus memantau harga, dan bila bergejolak, kami akan berkordinasi dengan pemerintah daerah untuk intervensi, mengingat sebentar lagi bulan puasa,” ujar Suhanto.
Hasil pantauan bapok pada 25 Februari 2021 menunjukkan beras medium ada di harga Rp10.000/kg, beras premium Rp13.000/kg, gula Rp13.000/kg, minyak goreng Rp12.100/liter, minyak goreng kemasan Rp14.000/liter, dan tepung terigu Rp8.000/kg.
Kemudian, daging ayam terpantau di harga Rp30.000/kg, daging sapi Rp120.000/kg, telur ayam Rp25.000/kg, bawang merah Rp32.000/kg, bawang putih honan Rp26.000/kg, bawang putih kating Rp31.000/kg, dan tempe Rp10.000/kg.
Sementara itu, harga cabai merah besar Rp50.000/kg, cabai merah keriting Rp55.000/kg dan cabai rawit merah Rp90.000/kg. Kemendag akan terus menjaga harga dan ketersediaan bapok agar dapat mencukupi kebutuhan masyarakat, termasuk di daerah bencana.
“Kemendag berupaya meminimalisasi dampak bencana bagi para produsen, pedagang, dan konsumen, dan memastikan agar tidak terjadi kelangkaan barang dan kenaikan harga bapok. Kemendag akan terus memberikan fasilitasi dan dukungan ke semua pihak agar kondisi yang sulit ini dapat dihadapi bersama,” tukas Suhanto. (rsa)







