Realitarakyat.com – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Kota Madiun, Jawa Timur, mengalami deflasi sebesar 0,10 persen pada September 2021, yang dipicu karena turunnya harga cabai rawit dan telur ayam ras.
“Komoditas yang memberikan andil terbesar terjadinya deflasi di antaranya cabai rawit, telur ayam ras, tomat, bawang merah, cabai merah, bawang putih, dan wortel,” kata Kepala BPS Kota Madiun dalam keterangannya di Madiun, Sabtu (2/10).
Turunnya harga cabai rawit di pasar tradisional Kota Madiun memberikan andil deflasi 0,1341 persen. Harga cabai rawit sempat turun hingga Rp16.000 per kilogram dari sebelumnya di kisaran Rp20.000 hingga Rp21.000 per kilogram.
Sedangkan turunnya harga telur ayam ras di pasar tradisional Kota Madiun memberi andil deflasi 0,0940 persen. Dimana harga telur ayam turun hingga Rp17.000 per kilogram dari sebelumnya di kisaran Rp21.000 hingga Rp22.000 per kilogram.
“Harga turun karena pasokan telur yang berlimpah dari sentra daerah penghasil telur di Magetan dan Kabupaten Madiun. Demikian juga cabai,” katanya.
Dari sebelas kelompok pengeluaran, lanjut dia, delapan kelompok pengeluaran mengalami inflasi, satu kelompok pengeluaran mengalami deflasi, dan dua kelompok pengeluaran stabil.
Ia mengatakan kelompok pengeluaran yang mengalami inflasi tertinggi adalah kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,26 persen; kelompok transportasi sebesar 0,21 persen; kelompok rekreasi, olah raga, dan budaya sebesar 0,17 persen; serta kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,11 persen.
Sedangkan kelompok pengeluaran yang mengalami deflasi tertinggi adalah kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,67 persen.
Pada September 2021, dari delapan kota IHK di Jawa Timur, semua kota mengalami deflasi. Deflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Banyuwangi sebesar 0,16 persen; diikuti oleh Kota Probolinggo sebesar 0,14 persen; Kota Surabaya sebesar 0,13 persen; Kabupaten Sumenep sebesar 0,11 persen; dan Kota Madiun sebesar 0,10 persen.
Kemudian, Kabupaten Jember dan Kota Kediri masing-masing sebesar 0,09 persen, dan deflasi terendah terjadi di Kota Malang sebesar 0,02 persen dan Jawa Timur mengalami deflasi sebesar 0,11 persen.







