DPR  

Ribuan Vaksin Kadaluwarsa, DPR Minta Pemerintah Segera Cari Solusi

kadaluwarsa puskesmas
Anggota Komisi IX DPR Rahmad Handoyo /net

Realitarakyat.com – Sekitar 4000 dosis vaksin Astrazeneca akan dikirim balik ke pemerintah pusat karena tanggal kadaluwarsanya jatuh pada akhir Oktober 2021 lalu.

Melihat hal itu, Anggota Komisi IX DPR Rahmad Handoyo meminta pemerintah menyiapkan langkah antisipasi agar tidak ada lagi kasus vaksin kadaluwarsa, seperti yang terjadi di Kudus, Jawa Tengah beberapa waktu yang lalu tidak terulang.

“Perlu adanya koordinasi semua pihak, khususnya pemangku kepentingan agar kejadian serupa (vaksin kadaluwarsa) tidak terulang kembali. Pemda harus gerak cepat menyalurkan vaksin kepada masyarakat sehingga tidak ada vaksin yang terbuang sia-sia,” katanya melalui rilisnya, Senin (8/11).

Menurut Rahmad, kasus tersebut disebabkan lambatnya distribusi vaksin dari provinsi ke kabupaten/kota serta penyuntikan vaksin ke masyarakat.

“Ini suatu hal yang disayangkan, karena masih banyak daerah sekarang yang kekurangan kuota vaksin dan masih harus menunggu dari negara produsen,” ujar Rahmad.

Lebih lanjut politisi PDI-Perjuangan itu mendorong pemerintah kabupaten/kota untuk berinisiatif melapor ke pemerintah provinsi atau pusat apabila memiliki stok vaksin yang hampir kadaluwarsa.

Tujuannya, agar stok vaksin yang hampir kedaluwarsa dapat segera disalurkan ke daerah yang stoknya menipis dan mampu menyelesaikan vaksinasi sebelum vaksin tersebut kadaluwarsa.

“Pada intinya, kami mendorong kepada semua pihak untuk saling bekerja sama dan pemerintah segera mencari solusi apabila menemukan masalah. Jangan hanya diam saja,” tutup legislator dapil Jawa Tengah V itu.[prs]