Realitarakyat.com – Program sumur resapan andalan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI untuk mengatasi bencana banjir dipastikan tidak akan berjalan lagi di tahun 2022 mendatang.
Hal ini disampaikan seiring dicoretnya anggaran drainase vertikal oleh DPRD Provinsi DKI Jakarta.
Seperti diketahui, pada pembahasan anggaran 2022 Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI telah mengusulkan pembangunan sumur resapan sebesar Rp 330 miliar kepada Dewan Parlemen Kebon Sirih. Namun, anggaran tersebut dihapus saat pembahasan Rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRD DKI pada Rabu (24/11) lalu.
“Di nol kan (anggaran sumur resapan) dari forum Banggar kemarin,” ujar Wakil Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Nova Paloh, ketika dihubungi pada Rabu (1/12).
Nava mengatakan, pembahasan di Komisi D soal anggaran sumur resapan dipangkas lebih dari separuh, karena jika dihitung hanya menjadi Rp 120 miliar sebelum dibawa ke Rapat Banggar.
“Kalau di komisi kan kita sudah kurangi jadi 120 M. kalau di Banggar besar, kesepakatan terakhir akhirnya di nol kan,” tungkas dia.
Keponakan Surya Paloh ini memastikan, dengan dicoretnya anggaran tersebut maka program drainase vertikal tak lagi dilaksanakan pada tahun 2022.
“Iya, jadinya nggak ada kegiatan lagi untuk sumur resapan,” ucapnya.
Kemudian, Nova menjelaskan, ada sejumlah alasan anggota Banggar memutuskan menghapus seluruh anggaran sumur resapan.
Salah satunya, lanjut dia karena kerja dari sumur resapan belum signifikan mengatasi banjir di ibu kota.
“Mungkin dari kawan-kawan ada benerapa masukan yang istilahnya di beberapa wilayah ada yang terlihat belum bisa menangani masalah banjir, terkait masalah resapan airnya gitu,” tands Nova.[prs]







