Soroti Kas NU yang Capai Rp1,8 Triliun, Hensat: Coba Disumbang ke Umat

rakyat
Pengamat komunikasi politik Universitas Paramadina Jakarta Hendri Satrio/Net

Realitarakyat.com – Ketua Lembaga Survei KedaiKOPI, Hendri Satrio (Hensat) menanggapi pencapaian yang diklaim oleh Ketua Umum Pengurus Besar Nadlatul Ulama (PBNU), Said Aqil Siradj selama dirinya memimpin NU dalam 10 tahun.

Hensat langsung menyoroti uang kas Rp 18, triliun yang diklaim Said Aqil berhasil dikumpulkan saat dirinya menjabat sebagai Ketum.

Pengamat politik ini mengusulkan agar Said Aqil menyumbangkan dana besar tersebut untuk kepentingan umat. Sebab, NU bukanlah sebuah bank.

“Rp.1,8 Triliun itu banyak sekali, sangat baik bila disumbangin ke Umat, sehingga umat juga bisa sejahtera. NU kan bukan Bank!” ujarnya melalui akun Twitter @satriohendri Selasa (14/12).

“Mohon maaf Kyai atas ke-soktau-an Saya #Hensat,” pungkasnya.

Diketahui, Said Aqil mengungkapkan bahwa dirinya sudah banyak memajukan NU dari segi ekonomi, pendidikan hingga kesehatan.

Dari segi ekonomi, keuangan PBNU bertumbuh sangat baik selama masa kepimpinannya. Said Aqil membeberkan, kini kas NU sudah mencapai Rp 1,8 triliun.

Padahal, kata Said Aqil, saat dirinya pertama kali masuk NU, kas-nya hanya Rp 500 juta saja.

“Pertama, baru kali ini sejak NU berdiri keuangan bisa diaudit eksternal. Selama ini belum pernah. Waktu saya baru masuk ada uang Rp 500 juta, sekarang ada Rp 1,8 triliun. Bisa dicek,” ujarnya dalam talkshow Gagasan Kiai Said Menuju Muktamar NU melalui kanal Youtube TNVU dikutip Selasa, 14 Desember 2021.

Said Aqil mengaku mendorong semua lembaga berjalan tanpa intevensi apapun.

“Saya dorong semua lembaga jalan tanpa intervensi saya. Saya beri motivasi bekerja sesuai program yang mereka tanggung jawab,” sambungnya.[prs]