Realitarakyat.com – Anggota Komisi II DPR Mardani Ali Sera menyayangkan adanya pergantian Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional.
Mardani menjelaskan, meski pergantian menteri adalah hak prerogatif presiden, namun dalam kacamatanya kinerja Sofyan Djalil saat menjabat Menteri ATR/BPN tidak buruk.
Sofyan, sambung Mardani, sukses mendorong percepatan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) dengan mengeluarkan lima sampai sembilan juta sertifikat.
“Saya aneh Sofyan Djalil diganti, karena beberapa programnya sukses. Lima sampai sembilan juta sertifikat tanah berhasil dikeluarkan, tetapi diganti,” ujar Mardani, Kamis (16/6).
Mardani mengakui ada beberapa masalah mengenai sengekta tanah yang tidak berhasil diselesaikan.
Namun permasalahan tersebut di luar dari kewenangan Kementerian ATR/BPN.
Menurut politisi PKS ini, seharusnya Presiden Jokowi turun tangan memangkas ego sektoral dan memberi kewenangan lebih kepada satu atau dua kementerian dalam menyelesaikan kasus-kasus sengketa tanah dan lahan yang terjadi.
Meski begitu, Mardani tetap berharap mantan Panglima TNI Hadi Tjahjanto yang ditunjuk Presiden Jokowi sebagai Menteri ATR/BPN dan Sekretaris Dewan Pertimbangan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Raja Juli Antoni sebagai Wakil Menteri ATR/BPN dapat meningkatkan kinerja ATR/BPR ke depan.
“Kita harus bersangka baik, saya berdoa sukses. Fakta akan menentukan 2 pekan ke depan, kita lihat,” ujar Mardani.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo melantik mantan Panglima TNI Hadi Tjahjanto sebagai Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) di Istana Merdeka, Rabu (15/6/2022) siang.
Dengan pelantikan itu, Hadi resmi menggantikan Sofyan Djalil sebagai Menteri ATR/BPN.
Selain Hadi, Jokowi juga menunjuk Zulkifli Hasan sebagai Menteri Perdagangan menggantikan Muhammad Lutfi.
Kemudian Raja Juli Antoni sebagai Wamen ATR/BPN menggantikan Surya Tjandra. John Wempi Wetipo sebagai Wakil Menteri Dalam Negeri dan Afriansyah Noor sebagai Wakil Menteri Ketenagakerjaan.[prs]







