Hukum  

Haris Pertama Desak Timsus Polri Periksa Choirul Anam dan Benny Mamoto

Haris Pertama Desak Timsus Polri Periksa Choirul Anam dan Benny Mamoto
Haris Pertama KNPI/Net

Realitarakyat.com – Ketua Umum Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Haris Pertama mendesak tim khusus Polri memeriksa Ketua Komisioner Komnas HAM Choirul Anam dan Ketua Harian Kompolnas Benny Mamoto.

Haris menyebut Choirul dan Benny harus diperiksa karena diduga terlibat skenario memuluskan cerita baku tembak yang menewaskan Brigadir Nofriyansah Joshua Hutabarat alias Brigadir J.

“Harusnya Tim Khusus bentukan Pak Kapolri juga memeriksa Pak Choirul Anam dan Pak Benny Mamoto karena dianggap masyarakat bahwa mereka bermasalah di kasus Brigadir J karena mengeluarkan statemen mengikuti ‘skenario tembak menembak’,” kata Haris Pertama kepada wartawan, Selasa (9/8).

“Kalau kata Pak Mahfud operasi ini termasuk code off silent, berarti kan ini ada operasi besar untuk menolong sebuah skenario cerita tembak-menembak,” katanya.

Untuk memuluskan skenario itu, kata dia, dibutuhkan peran orang di luar institusi Polri. Indikasi makin menguat karena adanya statemen yang linier dengan pernyataan di awal bahwa telah terjadi baku tembak yang menewaskan Brigadir J.

“Nah hari ini kita tidak tahu nih apakah ada pihak eksternal yang terlibat juga untuk pengkondisian skenario tersebut karena kan Komnas HAM Chirul Anam berkali-kali menyampaikan setiap momen soal masalah tembak-menembak dan pelecehan seksual ini,” ungkapnya.

Karena itu dia mendesak Timsus bentukan Kapolri memanggil dan memeriksa pihak-pihak ekstrernal institusi kepolisian yang boleh jadi terindikasi terlibat dalam skenario besar tersebut. Sehingga, Timsus tidak hanya berhenti pada pemeriksaan terhadap 25 anggota polisi yang diduga ada dalam pusaran kasus tersebut.

“Kan nggak bisa hanya melibatkan orang-orang yang diduga oleh tim khusus ini sebagai salah satu yang masuk dalam skenario tersebut itu bahkan kita yakin mereka yang 25 orang yang dicopot ini pasti terkait dengan dugaan keterlibatan dalam skenario yang dibuat. Nah hari ini kita tidak tahu nih apakah ada pihak eksternal yang terlibat juga,” ungkapnya.[prs]