Realitarakyat.com – Ada potensi besar peningkatan hubungan antara Azerbaijan sebagai negara observer dalam Sidang Umum ‘ASEAN Inter-Parliamentary Assembly’ (AIPA) ke-44Th dengan masing-masing negara anggota ASEAN di berbagai bidang, termasuk sektor Energi Baru Terbarukan.
Pernyataan tersebut, disampaikan Wakil Ketua Badan Kerja-Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI, Sukamta usai hadir dalam bilateral meeting ‘Dialogue With Azerbaijan Parliamentary Cooperation: Shared Commitments for Peace, Stability and Prosperity’ yang digelar di Hotel Fairmont, Senayan, Jakarta, sebagaimana dikutip dari Parlementaria, Selasa (8/8/2023).
Menurut Sukamta, Azerbaijan merupakan salah satu kekuatanya di minyak bumi dan gas (migas). Namun demikian, kata dia, mereka memliki terobosan di energi terbarukan.
“Mereka juga punya Undang-Undang EBT, dan mereka punya kekuatan di kincir angin. Mereka juga kerjasama dengan negara-negara yang lebih maju untuk memproduksi energi terbarukan itu,” ujar Sukamta.
Tak hanya itu, dalam pertemuan tersebut juga dibahas peningkatan kerjasama antara ASEAN dengan Azerbaijan antara lain dalam kerjasama menghadapi persoalan security di kawasan ASEAN.erta sektor-sektor teknis lainnya seperti seperti ada pariwisata, pengembangan kapasitas dalam bidang politik lalu angkatan muda dan juga pemberdayaan perempuan.
Pada prinsipnya, Sukamta menjelaskan pertemuan bilateral antara Azerbaijan sebagai observer dengan delegasi AIPA berlangsung sangat konstruktif dan sangat produktif. Terlebih Azerbaijan sudah memiliki hubungan bilateral melalui friendship group Parlemen dengan 6 negara ASEAN, serta komitmen friendship group dengan negara ASEAN lainnya yang telah memasuki tahap on progress.
“Kita berharap dengan platform AIPA dengan negara-negara observer ini nanti akan terjadi peningkatan dan kerjasama yang lebih teknis, bukan hanya terhenti pada hubungan formal saja. Jadi berharap ada peningkatan hubungan perdagangan, kerjasama di sektor pendidikan, energi terbarukan dan seterusnya komitmen-komitmen umum sudah terbangun, kemudian segera bisa diperluas,” ujar Sukamta. (ndi)







