Realitarakyat.com – Juru bicara Presiden Palestina, Nabil Abu Rudeineh mengatakan persetujuan Dewan Amerika Serikat atas rancangan undang-undang bantuan militer senilai 26 miliar dolar atau setara Rp421 triliun ke Israel sama dengan membunuh ribuan warga Palestina di Gaza.
Abu Rudeineh menekankan bahwa “bantuan keamanan Amerika Serikat kepada Israel merupakan eskalasi sekaligus agresi yang berbahaya bagi rakyat Palestina.
“Itu sama saja memberi Israel lampu hijau untuk memperluas cakupan perang hingga melibatkan seluruh negara di kawasan,” katanya dia, Senin (22/4).
Jubir Presiden Mahmoud Abbas itu menekankan bahwa stabilitas di Palestina menjadi satu-satunya pintu gerbang menuju stabilitas di kawasan dan dunia.
Abu Rudeineh mengecam paket bantuan yang disetujui DPR AS yang mendukung Israel, mempertanyakan kredibilitas Amerika Serikat dalam mencapai keamanan dan stabilitas di Timur Tengah melalui dukungan terhadap pemerintah sayap kanan Israel yang terus menggempur Gaza.
Serangan Israel di Gaza memasuki hari ke-197.
Abu Rudeineh menyebutkan bahwa Israel terus melakukan agresinya di Tulkarm selama tiga hari berturut-turut.
Akibatnya, 13 warga negara tewas dan infrastruktur hancur lebur menyusul aksi serupa di Kota Jenin.
Dia juga menegaskan bahwa “Amerika Serikat tetap mendukung pemerintah sayap kanan, yang mendukung serangan penjajah di Tepi Barat, termasuk Yerusalem, dan berhenti mendukung UNRWA yang membantu pengungsi Palestina”.






