Daerah  

Kerusakan Infrastruktur Akibat Lahar Dingin Semeru Mulai Didata

Kerusakan Infrastruktur
Kondisi sebuah desa di Lumajang pasca diterjang lahar dingin Gunung Semeru. DOK/NET

Realitarakyat.com – Kerusakan infrastruktur akibat bencana banjir lahar dingin Gunung Semeru yang menyebabkan sejumlah jembatan putus dan ambrol mulai didata Pemerintah Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Penjabat (Pj) Bupati Lumajang Indah Wahyuni mengatakan, proses pemulihan akan dimulai dengan pendataan kerusakan infrastruktur, kemudian setelah proses evakuasi, maka pihaknya akan melakukan pendataan kerusakan infrastruktur.

“Selanjutnya kami akan menentukan prioritas perbaikan sesuai dengan skala prioritas yang telah ditetapkan karena banyak infrastruktur yang rusak diterjang banjir lahar dingin Semeru,” tuturnya kepada wartawan, Sabtu (20/4).

Bencana banjir lahar dingin Semeru dan tanah longsor telah menyebabkan kerusakan infrastruktur di berbagai lokasi di Kabupaten Lumajang.

“Oleh karena itu pendataan yang teliti dan sistematis menjadi kunci dalam memulihkan kondisi infrastruktur yang terdampak banjir dan longsor,” katanya.

Wanita yang akrab disapa Yuyun itu melanjutkan, Lumajang juga memastikan bahwa proses pemulihan dilakukan dengan transparan dan bertanggung jawab, dengan melibatkan berbagai pihak terkait serta mengutamakan kebutuhan dan kepentingan masyarakat.

“Dengan langkah-langkah itu diharapkan pemulihan infrastruktur pasca-bencana dapat dilakukan secara efektif dan efisien, sehingga kehidupan masyarakat Lumajang dapat segera kembali normal dan berjalan dengan lancar,” ujarnya.

Beberapa jembatan yang dilaporkan mengalami kerusakan parah akibat banjir lahar dingin Gunung Semeru yakni Jembatan Limpas Gondoruso, Jembatan Mujur II (Desa Kloposawit), Jembatan Sarikemuning – Jambekumbu, Jembatan Gantung Kaliregoyo, Jembatan Durek Hamzah.

Kemudian Jembatan Kali Slompret, Jembatan Desa Jurang Mangu, Jembatan Limpas Kali Putih, Jembatan Sumber (Barat), dan Jembatan Kali Mujur Gesang.