Realitarakyat.com – Korban jiwa warga Palestina saat ini sudah mencapai 34.183 orang, setelah Israel menggempur di hari ke 200 ini.
Serangan yang berlangsung sejak Oktober lalu juga telah melukai 77.143 warga Palestina.
Dalam 24 jam terakhir ini saja, Israel melakukan tiga pembantaian terhadap warga Palestina di Jalur Gaza hingga menyebabkan 32 orang tewas dan 59 lainnya luka-luka.
“Banyak orang masih terjebak di bawah reruntuhan dan di jalan dan tim penyelamat tidak dapat menjangkau mereka,” kata Kementerian Kesehatan Palestina, Rabu (24/4).
Israel telah menggempur Jalur Gaza sejak serangan lintas batas oleh Hamas pada 7 Oktober tahun lalu, setidaknya menewaskan hampir 1.200 orang.
PBB mengatakan perang Israel di Gaza telah menyebabkan 85 persen penduduk wilayah tersebut mengungsi di tengah kekurangan makanan, air bersih, dan obat-obatan.
Selain itu, menurut PBB, lebih dari 60 persen infrastruktur di wilayah tersebut rusak atau hancur.
Israel melakukan genosida di Mahkamah Internasional.
Keputusan sementara memerintahkan Tel Aviv untuk menghentikan tindakan genosida, dan menjamin bantuan kemanusiaan diberikan kepada warga sipil di Gaza.
Tetapi langkah penghentian itu hingga saat ini tidak diindahkan Israel. Israel tetap saja melakukan serangan terhadap warga Palestina di Gaza.
Sedikitnya 350 tenaga kesehatan juga terbunuh dan 520 lainnya terluka di Jalur Gaza sejak Israel mulai melancarkan agresi ke daerah tersebut pada 7 Oktober 2023.
“Kami mengetahui bahwa sekitar 520 tenaga medis terluka, serta 350 pekerja medis termasuk tenaga kesehatan lainnya, telah tewas,” ucap pelapor khusus PBB untuk hak kesehatan Tlaleng Mofokeng dalam konferensi pers pada Senin (22/4).
Jumlah korban jiwa itu tidak termasuk sejumlah remaja Gaza yang berinisiatif membantu tenaga kesehatan di berbagai rumah sakit.
Para remaja tersebut tidak terdaftar secara resmi sebagai tenaga kesehatan.







