Realitarakyat.com – KBO Lantas Polres Cianjur, Iptu Muchtaromi mencatat H-6 lebaran pemudik bersepeda motor mulai memasuki jalur utama Cianjur dengan tujuan kota/kabupaten di Jawa Barat.
Jumlah kendaraan yang melintas di Cianjur itu mencapai 500 unit per menit dan meningkat saat pagi dan petang.
Jumlah pemudik dengan sepeda motor mengalami peningkatan di jalur utama Cianjur sejak satu hari terakhir.
Diperkirakan akan mengalami puncaknya pada H-2 lebaran dengan tujuan jarak dekat.
“Pemudik dengan sepeda motor mulai terlihat meningkat pada H-6 lebaran, dimana jumlahnya mencapai ratusan unit mengarah ke perbatasan Bandung Barat dari arah Puncak, terlebih malam ini sejak sore jumlahnya terus bertambah,” kata dia kepada wartawan, Minggu (7/4).
Setidaknya, sekitar 700 lebih anggota dan tim khusus pengurai macet di sepanjang jalur utama Cianjur, mulai dari kawasan Puncak Pass hingga Jalan Raya Haurwangi perbatasan Bandung Barat.
“Kami juga mengimbau pemudik yang melintas tidak memaksakan diri ketika lelah, silahkan per-gunakan pos pam dan rest area yang terdapat di sepanjang jalur mudik Cianjur untuk beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan,” ujar dia.
Pemudik Mulai Ramai
Sementara, Kepala Dinas Perhubungan Cianjur, Tedi Artiawan menjelaskan, memasuki H-6 lebaran volume kendaraan pemudik dengan roda dua mulai mendominasi jalur utama
Rata-rata kendaraan yang melintas bernopol Jabodetabek, bahkan beberapa kendaraan bernopol Sumatra seperti Lampung dan Palembang.
“Perkiraan kami pemudik yang melintas akan mengalami puncaknya pada H-2 lebaran, sehingga berbagai upaya dilakukan agar tidak terjadi kemacetan di titik rawan seperti pasar di jalur utama,” katanya.
Pantauan di lapangan pada malam hari, volume kendaraan dengan ciri khas mudik yang melintas di Cianjur, mengalami peningkatan.
Kendaraan pemudik yang mendominasi itu berbaur dengan kendaraan warga sekitar yang hendak mencari kebutuhan lebaran, sehingga di sejumlah titik termasuk dalam kota terlihat antrean.
Dalam mengantisipasi kemacetan, ratusan petugas gabungan juga disiagakan di pos pengamanan dan pelayanan di sepanjang jalur utama Cianjur.
Mereka pun sempat melakukan pagar betis dan melakukan rekayasa arus guna mencairkan antrean yang terlihat di Tugu Lampu Gentur, Pasar Ciranjang dan dalam kota.
Sementara, dari catatan Dishub Cianjur, pada H-7 Lebaran kendaraan khas mudik mengalami peningkatan didominasi kendaraan roda empat dengan tujuan Bandung Barat, Bandung dan seterusnya.
Jalur utama mengalami peningkatan dari 200 kendaraan per menit menjadi 500 kendaraan per menit.
Libur panjang hari raya tahun ini, Dishub sudah memiliki Mini Command Center, dimana pengawasan, pemantauan dan penghitungan kendaraan yang melintas dapat di pantau melalui CCTV yang terpasang di beberapa ruas jalan protokol, provinsi dan jalan nasional.
Tercatat sekitar 50 lebih CCTV yang dipasang di titik strategis. “Sehingga antisipasi cepat dapat dilakukan agar antrean tidak menyebabkan macet total,” katanya.
Pihaknya pun telah menambah rambu dan papan petunjuk untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi pemudik yang melintas.
“Termasuk menyediakan tempat istirahat bagi pemudik yang membutuhkan sebelum melanjutkan perjalanan di halaman kantor Dishub,” katanya.







