Realitarakyat.com – Seorang pria berusia 40 tahun di pusat perbelanjaan Westfield Bondi Junction, Sydney, Australia secara membabi buta menikam beberapa pengunjung hingga tewas.
Peristiwa horor itu terjadi membuat kalut para pengunjung Westfield Bondi Junction, Sydney, karena pria tersebut menyerang begitu saja. Korban diantaranya ada seorang bayi dan ibunya.
Kejadian terjadi pada Sabtu (13/4) sore hari. Ratusan orang dievakuasi dari pusat perbelanjaan Westfield Bondi Junction, meski beberapa orang sempat terjebak di dalamnya.
Seorang pria, yang diwawancarai oleh 9 News, mengaku bahwa sesama pembeli mencoba membantu seorang ibu dan bayinya yang ditikam.
Pria itu mengatakan, ibu itu tidak menggendong bayi itu ketika dia dan orang lain mencoba mengompres lukanya.
Dia mengatakan orang lain mencoba merawat ibunya, yang mengalami pendarahan lebih parah. Hal ini juga telah dibenarkan polisi. Bahwa ibu dan bayinya juga menjadi korban dalam penusukan massal ini.
Setidaknya ada enam orang tewas dan beberapa lainnya terluka usai seorang pria melakukan penusukan yang membawa pisau mengamuk di mal di Sydney.
Pihak Kepolisian Australia pun langsung melacak identitas pelaku dan ditembak mati oleh seorang polisi wanita.
Komisaris Polisi New South Wales Karen Webb mengatakan lima perempuan dan satu laki-laki tewas. Seorang bayi sedang menjalani operasi darurat.
Komisaris polisi Karen Webb mengungkap, pihak polisi yakin mereka mengetahui siapa penyerangnya. Namun pihaknya masih menunggu untuk mengidentifikasi dia secara resmi.
“Malamnya, kami mengetahui siapa pelakunya dan kami yakin dia adalah pria berusia 40 tahun. Namun, kami menunggu untuk mengidentifikasinya secara resmi dan kami belum dapat membicarakan identitasnya,” katanya.
Webb mengatakan bahwa penyerangnya – jika memang itu adalah orang yang diyakini polisi – diketahui oleh polisi, dan mereka tidak takut jika penyerang tersebut mempunyai motif ideologis.
“Kami menunggu untuk mengkonfirmasi identitasnya dan jika itu adalah orang yang kami yakini, kami tidak takut dengan orang yang memiliki ideologi tersebut. Dengan kata lain, ini bukan insiden terorisme,” ungkapnya.







