Realitarakyat.com – Kualitas udara di DKI Jakarta masuk kategori tidak sehat dan menduduki peringkat kelima sebagai kota dengan udara terburuk di dunia pada Jumat (17/5).
Situs pemantau kualitas udara IQAir yang dipantau pada pukul 06.53 WIB, kualitas udara di DKI Jakarta masuk kategori tidak sehat di angka 169 mengacu kepada parameter PM2,5 dengan nilai konsentrasi 82 mikrogram per meter kubik.
Sementara dari data yang sama, kota dengan kualitas udara terburuk di dunia selain DKI Jakarta dengan urutan pertama, yaitu Riyadh (Arab Saudi) di angka 237, kedua Lahore (Pakistan) dengan angka 209, urutan ketiga dan keempat yaitu Kinshasa (Kongo) dan Delhi (India) dengan angka 181.
Konsentrasi sebanyak itu setara 16,1 kali nilai panduan kualitas udara tahunan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). PM 2,5 adalah partikel udara yang berukuran kecil dari 2,5 mikron (mikrometer).
Adapun kategori tidak sehat, yakni kualitas udaranya yang bersifat merugikan pada manusia ataupun kelompok hewan yang sensitif atau bisa menimbulkan kerusakan pada tumbuhan ataupun nilai estetika.
Situs tersebut juga merekomendasikan terkait kondisi udara di Jakarta, yaitu kelompok sensitif sebaiknya tidak beraktivitas di luar ruangan. Selain itu, bagi kelompok sensitif juga sebaiknya menggunakan masker.







