Daerah  

Longsor di Sukabumi Tewaskan Satu Orang

Sukabumi, Bencana Longsor , Tagana, 166 Kali Bencana, 16 Titik
Bencana longsor di Kota Sukabumi/Net

Realitarakyat.com – Bencana longsor di Kampung Renged, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat menewaskan seorang penjaga Pondok Pesantren Yaspida Sukabumi pada Sabtu (18/5).

Tebing tanah setinggi kurang lebih 15 meter yang berada di belakang bangunan Ponpes itu tetiba longsor.

“Korban tanah longsor di RT 10, RW 003, Desa Cipetir, Kecamatan Kadudampit diketahui bernama Jaenudin (39) yang merupakan penjaga Ponpes Yaspida. Korban meninggal dunia,” kata Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sukabumi Medi Abdul Hakim di Sukabumi, Minggu (19/5).

Bencana tanah longsor di lingkungan ponpes tersebut terjadi sekitar pukul 14:20 WIB yang dipicu oleh hujan deras yang turun sejak Sabtu (18/5) siang.

Saat kejadian, korban berada di salah satu bangunan milik ponpes yang tepat di belakangnya terdapat tebing tanah dengan ketinggian 15 meter.

Diduga hampir setiap hari diguyur hujan deras sehingga tebing tersebut menjadi rapuh dan akhirnya longsor.

Di waktu yang sama, korban sedang berada di dalam bangunan berbentuk rumah dan tidak sempat menyelamatkan diri saat tanah menimbun bangunan itu.

Pihak ponpes dan santri yang mengetahui bencana itu, kemudian mencoba memberikan bantuan dan menggali tanah yang menimbun Jaenudin.

Namun, sayangnya korban meninggal di tempat meskipun sempat dilarikan ke klinik terdekat. Diduga korban meninggal karena kehabisan napas saat tubuhnya tertimbun material tanah yang berasal dari tebing tersebut.

Menerima informasi adanya bencana tanah longsor yang menewaskan seorang warga, unsur Forkopimcam Kadudampit bersama petugas dari BPBD Kabupaten Sukabumi mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pendataan.

“Dampak bencana ini selain menyebabkan satu korban meninggal, juga mengakibatkan bangunan tersebut rusak berat. Hingga saat ini petugas masih berada di lokasi kejadian untuk melakukan pemantauan antisipasi terjadinya longsor susulan serta mengimbau warga maupun santri untuk sementara tidak mendekati lokasi,” tambahnya.

Medi mengimbau warga Kabupaten Sukabumi untuk selalu waspada karena potensi terjadinya bencana hidrometeorologi cukup tinggi yang dipicu oleh hujan deras dan diprediksi terjadi hingga beberapa hari ke depan sesuai prakiraan cuaca dari BMKG.