Realitarakyat.com – Badan Pangan Nasional (Bapanas) menjamin stok beras nasional aman, meski produksi beras Januari-Februari 2025 diperkirakan turun.
Sebab, cadangan beras pemerintah (CBP) yang ada di Perum Bulog saat ini mencapai 1,7 juta ton.
Pemerintah menargetkan sampai akhir tahun angka itu bisa mencapai 2 juta ton. Angka itu bisa dipenuhi dari sisa kuota impor beras 2024.
“Di mana dari penugasan impor kepada Perum Bulog sebesar 3,6 juta ton. 2,75 juta ton telah masuk ke Indonesia pada tahun ini,” kata Direktur Distribusi dan Cadangan Pangan Bapanas Rachmi Widiriani, Sabtu (9/11/2024).
“Ini berarti masih ada sisa kuota sebesar 850 ribu ton yang bisa direalisasikan sampai akhir tahun. Dengan demikian bisa memperkuat cadangan beras nasional (CBP) menjadi 2 juta ton.”
Berkurangnya produksi beras pada awal tahun, katanya, sesuai dengan siklus pola tanam. Dimana masa tanam mundur menjelang akhir tahun karena faktor cuaca dan curah hujan.
Para petani menunggu curah hujan yang cukup pada November dan Desember untuk memulai masa tanam. Sehingga, katanya, panen akan berlangsung pada Maret 2025 atau 100 hari setelah dimulainya masa tanam.
Rachmi menyebut, berkurangnya produksi beras pada awal tahun memang akan berpengaruh terhadap harga. Pasalnya permintaan atau kebutuhan beras juga cukup besar oleh masyarakat dan program bantuan dari pemerintah.
“Tapi dengan masih adanya kuota impor 2024 untuk memperkuat stok beras, kenaikan harga diperkirakan tak akan besar,” tambah Rachmi.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas) mengingatkan para kepala daerah di seluruh negeri bahwa ada risiko penurunan produksi beras pada Januari – Februari 2025 mendatang.
Maka dari itu, ia meminta kepada daerah dan pemangku kepentingan terkait untuk segera memberikan masukan terhadap permasalahan kekurangan beras di awal 2025 mendatang.
Menko Pangan memaparkan, neraca produksi-konsumsi defisit 222,92% pada periode Januari – Desember 2024. Dibandingkan dengan tahun sebelumnya dari 1,07 juta ton di 2023 menjadi 590 ribu ton di 2024.
Sementara itu, total produksi beras di sepanjang tahun 2024 mencapai 30,34 juta ton atau turun 2,44%. Adapun total konsumsi 2024 mencapai 30,92 juta ton.
Angka ini menandai kenaikan. Naik 310 ribu ton atau 1,01% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.***







