Realitarakyat.com – Beberapa barang bukti dari lokasi ledakan amunisi di Garut, Jawa Barat telah diperiksa.
“Beberapa barang bukti yang sudah dikumpulkan oleh tim untuk nantinya dilaksanakan analisa,” kata Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Wahyu Yudhayana di Jakarta, Rabu (14/5/2025).
Namun demikian, Wahyu tidak menjelaskan secara rinci apa saja barang bukti tersebut. Dia hanya menyatakan barang bukti tersebut nantinya akan diuji dengan metode tertentu oleh tim investigasi.
Hasil dari pengujian barang bukti itu, lanjut Wahyu, akan diselaraskan dengan hasil pemeriksaan beberapa saksi yang telah diperiksa tim investigasi.
“Tim investigasi telah meminta keterangan beberapa saksi. Dari masyarakat ada 21 orang dan unsur TNI 25 orang,” kata Wahyu.
Wahyu memastikan hasil pemeriksaan barang bukti tersebut akan keluar dalam beberapa waktu ke depan.
Ledakan itu terjadi ketika TNI AD melakukan pemusnahan amunisi oleh jajaran Gudang Pusat Amunisi III Pusat Peralatan TNI AD di Desa Sagara Kecamatan Cibalong Kabupaten Garut Jawa Barat, Senin (12/5) pukul 09.30 WIB.
“Pada awal kegiatan, secara prosedur telah ada pengecekan terhadap personel maupun yang berkaitan dengan lokasi peledakan. Semuanya dinyatakan dalam keadaan aman,” kata Wahyu.
Personel kemudian membuat dua lubang sumur untuk tempat memasukkan amunisi milik TNI AD yang akan dimusnahkan.
Setelah lubang tersebut dibuat, kemudian dimasukkan amunisi yang akan dimusnahkan, lalu lubang tersebut diledakkan oleh personel TNI AD menggunakan detonator. Peledakan di dua sumur itu, menurut Wahyu, berjalan dengan sempurna dalam kondisi aman.
Setelah itu, personel mengisi satu lubang lain yang telah disiapkan untuk menghancurkan detonator yang sebelumnya dipakai untuk meledakkan kedua lubang sumur tersebut.
Detonator itu dimasukkan ke dalam lubang untuk dimusnahkan dengan cara yang sama dengan pemusnahan amunisi sebelumnya.
Saat tim penyusun amunisi menyusun detonator di dalam lubang tersebut lah, menurut Kadispenad secara tiba-tiba terjadi ledakan dari dalam lubang.
Ledakan tersebut mengakibatkan 13 orang meninggal dunia, dengan empat orang di antaranya merupakan anggota TNI, dan korban lainnya adalah warga sipil. ***







