Realitarakyat.com – Sejumlah universitas, diantaranya Uninversitas Hasanudin dan Diponegoro, dilibatkan Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon untuk penulisan ulang sejarah Republik Indonesia yang membutuhkan waktu selama tujuh bulan.
“Kami sudah melakukan kunjungan spesifik tentang penulisan sejarah ini di beberapa universitas tinggi. Diantaranya di Uninversitas Hasanudin, dan Universitas Diponegoro,” katanya di Jakarta, Jumat (4/7/2025).
Dalam kunjungannya, ia menjelaskan, terdapat 113 sejarawan dari 34 perguruan tinggi di Indonesia pada penulisan ulang sejarah RI. Selain melibatkan sejarawan, pihaknya juga akan melibatkan sejumlah editor umum untuk penulisan ulang sejarah RI.
Tidak hanya itu, pihaknya menggunakan sumber sejarah lama yang nantinya ditambahkan sebagai pemutakhiran akhir. “Karena 26 tahun kita tidak memperbarui sejarah Indonesia, terakhir sejarah Indonesia ditulis di era Habibie,” ujarnya.
Proyek penulisan ulang sejarah Indonesia akan diawali dengan penambahan tentang temuan baru arkelogis. Salah satunya dengan peninggalan warisan budaya yang berada di Leang Karangtuang yang memiliki usia 51.200 tahun.
Adapun penemuan lainnya seperti Situs Bongal di Tapanuli Utara yang mencatatkan masuknya Islam di Nusantara (Indonesia) pada abad ke-7. “Dan tentunya ada banyak sekali penemuan-penemuan baru yang menarik untuk masuk ke dalam buku ini,” ujarnya. ***







