Realitarakyat.com — Indonesia dan Afrika Selatan sepakat memperkuat kerja sama di bidang kebudayaan melalui pelestarian warisan Sheikh Yusuf Al-Makassari. Kesepakatan itu sekaligus diarahkan untuk mempererat hubungan masyarakat kedua negara yang telah memiliki keterkaitan sejarah sejak berabad-abad lalu.
Kesepakatan tersebut dibahas Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon saat bertemu Menteri Olahraga, Seni, dan Kebudayaan Afrika Selatan Gayton McKenzie di sela-sela XI BRICS Culture Ministers’ Meeting di Bhopal, Madhya Pradesh, India.
Fadli mengatakan hubungan Indonesia dan Afrika Selatan tidak hanya terbentuk melalui hubungan diplomatik. Sejarah Sheikh Yusuf Al-Makassari menjadi salah satu jejak penting yang menghubungkan masyarakat kedua negara.
“Indonesia sangat menghargai persahabatan yang erat dengan Afrika Selatan. Kita adalah dua negara yang memiliki komitmen terhadap keadilan dan keberagaman, serta meyakini bahwa kebudayaan dapat menjadi jembatan yang menghubungkan masyarakat kedua negara,” kata Fadli dalam keterangan resmi di Jakarta, Minggu (9/8/2026).
400 Tahun Sheikh Yusuf
Tahun 2026 menjadi momentum khusus karena bertepatan dengan peringatan 400 tahun kelahiran Sheikh Yusuf Al-Makassari. Pemerintah Indonesia melihat momentum tersebut sebagai peluang untuk memperluas kerja sama budaya dengan Afrika Selatan.
Kerja sama dapat diwujudkan melalui program peringatan bersama, penelitian akademik, pelestarian warisan budaya, kolaborasi museum, hingga pertukaran pendidikan.
“Peringatan 400 tahun kelahiran Sheikh Yusuf merupakan momentum penting untuk memperkuat kerja sama Indonesia dan Afrika Selatan,” ujar Fadli.
Indonesia juga memberikan perhatian terhadap komunitas Cape Malay di Afrika Selatan yang memiliki akar sejarah dari Nusantara. Kedua negara menilai hubungan tersebut dapat dikembangkan melalui pertukaran budaya, dokumentasi sejarah lisan, perlindungan warisan budaya takbenda, program kepemudaan, serta kerja sama akademik.
Bangun Rumah Budaya di Cape Town
Sebagai bagian dari penguatan diplomasi budaya, Indonesia tengah menyiapkan pendirian Sheikh Yusuf Indonesian Cultural House di Cape Town.
Fadli mengatakan rumah budaya tersebut nantinya tidak hanya menjadi ruang untuk kegiatan seni dan kebudayaan. Fasilitas itu juga diharapkan menjadi pusat pendidikan, penelitian, serta ruang pertemuan masyarakat Indonesia dan Afrika Selatan.
“Kami melihat Sheikh Yusuf Indonesian Cultural House bukan sekadar sebuah bangunan kebudayaan. Ini dapat menjadi pusat diplomasi budaya, ruang pendidikan dan riset, tempat berkumpul masyarakat, sekaligus simbol persahabatan Indonesia dan Afrika Selatan,” katanya.
Gayton McKenzie menyambut baik rencana tersebut. Ia menyatakan dukungan terhadap peringatan 400 tahun Sheikh Yusuf serta berkomitmen memperkuat hubungan kedua negara melalui pertukaran komunitas Cape Malay, seniman, dan pelaku budaya.
Kedua pihak juga sepakat mendorong pembaruan Nota Kesepahaman (MoU) Kerja Sama Kebudayaan 2008 agar lebih sesuai dengan kebutuhan saat ini.
Pembaruan kerja sama tersebut mencakup sejumlah bidang, antara lain pelestarian warisan budaya, museum, arsip, industri kreatif, perfilman, pendidikan kebudayaan, serta pertukaran seniman dan generasi muda.
Melalui penguatan kerja sama tersebut, Indonesia dan Afrika Selatan berharap hubungan budaya yang berakar dari sejarah Sheikh Yusuf dapat terus hidup dan berkembang lintas generasi.(Arp)







