Realitarakyat.com – Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono menegaskan pentingnya penyerapan aspirasi masyarakat oleh parlemen.
Menurutnya, DPR memiliki mekanisme khusus melalui Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) untuk menampung berbagai masukan dari publik.
“Semua aspirasi itu wajib kita serap dan wajib kita temui. Tetapi juga ada proses dan pengaturannya, bagaimana serta kapan masyarakat bisa diterima untuk menyampaikan langsung,” kata Dave di Kompleks Parlemen, Senayan, Selasa (2/9).
Ia menambahkan, BAM dapat menjadi wadah agar aspirasi dari berbagai kalangan bisa tersampaikan secara langsung tanpa batasan.
“Kita memiliki BAM, Badan Aspirasi Masyarakat, yang di mana itu dapat menyerap langsung aspirasi dari siapa pun,” ujarnya.
Terkait penangkapan sejumlah aktivis dan demonstran dalam aksi beberapa hari terakhir, Dave menyatakan DPR masih menunggu penjelasan lengkap dari aparat penegak hukum.
Ia menekankan, penangkapan tersebut merupakan bagian dari proses hukum.
“Ya, itu kan sudah proses hukum. Jadi kita tunggu prosesnya sejauh mana. Apakah ada pelanggaran undang-undang atau aturan hukum kita, atau sekadar diminta keterangannya,” ujar Dave.
Sejumlah aktivis diketahui ditangkap, di antaranya Direktur Lokataru Foundation Delpedro Marhaen pada Senin (1/9) malam, serta Syahdan Husein dan Khariq Anhar.
Gelombang demonstrasi terjadi dalam beberapa hari terakhir. Aksi sempat membuat Sekretariat Jenderal DPR memberlakukan sistem kerja dari rumah (WFH) pada Kamis (28/8).
Situasi memanas setelah seorang pengemudi ojek online, Affan Kurniawan, tewas terlindas kendaraan taktis Brimob.
Aksi berlanjut hingga Sabtu (30/8), diwarnai dengan massa yang menggeruduk bahkan menjarah rumah anggota DPR RI.
Puncaknya, DPR bersama pemerintah sepakat mencabut kebijakan tunjangan bagi anggota DPR.[prs]







