Realitarakyat.com – Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Chusnunia, menyoroti dugaan keterlibatan sejumlah pejabat Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dalam jaringan mafia impor yang diduga menjadi penyebab keterpurukan industri tekstil nasional.
Hal itu disampaikan Chusnunia menyusul mencuatnya kembali isu praktik mafia kuota impor di sektor tekstil. Lonjakan impor benang dan kain bahkan dituding sebagai pemicu runtuhnya daya saing industri dalam negeri.
“Kami mendorong Kementerian Perindustrian untuk memberikan penjelasan secara terbuka atas dugaan permainan kuota impor. Bilamana benar adanya, maka penegak hukum tentunya harus mengusutnya,” kata Chusnunia di Jakarta, Selasa (23/9/2025).
Menurut legislator dari Fraksi PKB itu, alasan Kemenperin terkait pemberian kuota impor karena produsen dalam negeri tidak mampu memenuhi kebutuhan pasar harus berdasarkan data akurat.
“Hal ini tentu mengundang pertanyaan ketika kapasitas produksi garmen nasional telah mencapai 2,8 juta ton,” ujarnya.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), impor benang dan kain pada 2016 masing-masing sebesar 230 ribu ton dan 724 ribu ton. Namun, pada 2024 angkanya meningkat menjadi 462 ribu ton dan 939 ribu ton.
Chusnunia menegaskan, kuota impor yang tak terkendali berpotensi mengancam kelangsungan industri tekstil nasional.
Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filament Indonesia (APSyFI) sebelumnya menyebut praktik mafia impor sebagai biang kerok penutupan puluhan pabrik dan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal terhadap ratusan ribu pekerja.
“Teman-teman kalangan pertekstilan nasional menuduh mafia kuota impor sebagai biang kerok keterpurukan industri tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional,” ucap Chusnunia.
Ia memaparkan, data asosiasi menyebut sekitar 250 ribu pekerja terkena PHK akibat penutupan 60 pabrik sepanjang 2023–2024.
Sementara Konfederasi Serikat Pekerja Nasional (KSPN) mencatat, hingga Agustus 2025 ada sekitar 400 ribu pekerja terdampak, mayoritas di sektor tekstil dan alas kaki.
“Kami mendesak Kementerian Perindustrian menindak tegas dugaan mafia kuota impor tekstil sebagai langkah penting untuk memulihkan ekosistem industri tekstil dan produk tekstil nasional,” tegasnya.[prs]







