Realitarakyat.com – Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Muhammad Sarmuji, menyatakan dukungannya terhadap wacana pembatasan penggunaan akun media sosial (medsos).
Menurutnya, pembatasan lebih efektif dilakukan dengan pengendalian kartu SIM (SIM card) agar akuntabilitas pemilik akun bisa terjamin.
“Itu usulan yang bisa dikaji. Tapi sebenarnya yang lebih baik adalah pengendalian di hulu, yaitu di SIM card-nya,” kata Sarmuji dalam keterangannya, Selasa (16/9).
“Tujuannya untuk lebih mudah mendeteksi siapa pemilik akunnya,” lanjutnya.
Ketua Fraksi Golkar DPR RI itu menilai, regulasi berbasis SIM card lebih realistis diterapkan tanpa menimbulkan resistensi besar dari masyarakat.
Dengan pengendalian ini, pemilik akun bisa ditelusuri dan dimintai pertanggungjawaban bila menyalahgunakan media sosial.
“Dengan mengendalikan kartu SIM, bisa ditelusuri pemilik akunnya. Jadi, penggunaan akun bisa lebih bertanggung jawab, tidak membuat akun untuk tujuan buruk karena bisa ketahuan,” ujarnya.
Sarmuji menegaskan satu orang tetap bisa memiliki dua akun, misalnya untuk keperluan bisnis dan pribadi, tetapi harus terhubung pada identitas yang sama.
“Kalau langsung membatasi akun, orang bisa menilai itu membatasi kebebasan berpendapat. Tapi kalau pengendalian dilakukan lewat SIM card, sifatnya lebih administratif, lebih mudah dipahami logikanya, dan justru memperkuat tanggung jawab di dunia digital,” jelasnya.
Legislator asal Jawa Timur itu juga mengingatkan pentingnya keseimbangan antara menjaga ruang digital yang sehat dengan melindungi hak-hak warga negara.
“Kebijakan ini harus tetap melindungi hak warga. Yang kita perlukan adalah mekanisme yang mendorong penggunaan media sosial secara sehat, aman, dan bertanggung jawab,” tegasnya.
Sebelumnya, wacana pembatasan akun media sosial ganda juga disuarakan anggota Komisi I DPR Oleh Soleh, yang menilai akun ganda rawan disalahgunakan dan menimbulkan keresahan.
Hal senada disampaikan Sekretaris Fraksi Gerindra DPR, Bambang Haryadi, yang mencontohkan aturan di Swiss, di mana satu nomor ponsel terhubung ke berbagai layanan, termasuk media sosial.[prs]







