Realitarakyat.com – Ketua Komisi IX DPR RI, Felly Estelita Runtuwene, menegaskan pentingnya efektivitas program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai instrumen utama pemerintah dalam menekan angka stunting di Indonesia.
Hal itu disampaikan Felly usai meninjau dapur MBG di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Plawa, Denpasar, Bali, Jumat (19/9).
Dalam kunjungan bersama Tim Komisi IX, ia mengapresiasi pelaksanaan program MBG di Denpasar Timur yang mampu melayani 3.000–3.500 anak setiap harinya.
“Angka stunting saat ini sudah berada pada level 14,5 persen. Kita tidak boleh berhenti di situ. Dengan adanya program MBG ini harapannya dapat menuju angka nol stunting. Maka program ini harus betul-betul maksimal untuk mencapainya,” ujar Felly dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (21/9).
Felly menekankan, selain memperhatikan komposisi gizi, pelaksanaan MBG juga harus memperhatikan tingkat konsumsi anak. Ia menyoroti masih adanya makanan yang tidak habis dikonsumsi meski sudah sesuai standar gizi.
“Kita harus evaluasi dari waktu ke waktu berapa banyak makanan yang kembali tidak termakan. Jangan sampai program ini tidak efektif hanya karena menu kurang sesuai selera anak-anak,” katanya.
Lebih jauh, Felly menyebut keberhasilan MBG tidak hanya berdampak pada kesehatan anak, tetapi juga memberi efek berganda pada perekonomian lokal. Ia mendorong agar bahan baku makanan diprioritaskan dari hasil pertanian daerah setempat.
Dalam kesempatan itu, Plt. Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Denpasar, Luh Made Kusuma Dewi, menyatakan komitmennya mendukung penuh implementasi MBG.
“Kami berkomitmen memastikan kualitas dan keberlanjutan program di sekolah maupun lembaga pendidikan lainnya. Catatan dari Komisi IX akan menjadi perhatian serius pemerintah daerah,” ujarnya.
Menurut Luh Made, Pemkot Denpasar akan melaksanakan program MBG secara intensif agar manfaatnya benar-benar dirasakan anak-anak dan dapat mempercepat penurunan stunting.







