Percepat Pengoperasian 80.000 Koperasi Merah Putih, Akademisi Dilibatkan

Percepat Pengoperasian 80.000 Koperasi Merah Putih, Akademisi Dilibatkan
Wakil Menteri Koperasi Ferry Juliantono. //net

Realitarakyat.com – Untuk mempercepat pengoperasian 80.000 Koperasi Desa Merah Putih, Kementerian Koperasi melibatkan akademisi

Hal itu dilakukan untuk pelaksanaan pelatihan SDM pengelola koperasi hingga pemetaan potensi desa/kelurahan dan pelaksanaan riset berbasis masyarakat. Menteri Koperasi Ferry Juliantono menegaskan langkah ini sebagai upaya pemerintah mengembalikan pilar ekonomi utama nasional.

“Pemerintahan di Era Presiden Prabowo ingin membenarkan arah pembangunan ekonomi. Yang selama ini dirasakan orientasinya sudah meninggalkan cita-cita dari pendiri republik dan amanat dari konstitusi kita,” kata Ferry di Jakarta, Rabu (10/9/2025).

Menurutnya, selama beberapa dekade terakhir sistem ekonomi nasional terlalu bergantung pada mekanisme pasar bebas. Berdirinya 80.000 unit Kopdes/Kel Merah Putih dapat menjadi jalan pintas agar pilar ekonomi tidak lagi didominasi oleh swasta atau BUMN.

“Kalau mekanisme pasar tidak diatur negara, akibatnya pelaku pasar yang besar menguasai sektor-sektor penting rakyat. Sehingga masyarakat kecil akan semakin terpinggirkan dan tersingkir,” ujarnya.

Dalam tahap operasionalisasi, Kemenkop mengharapkan partisipasi anak muda, khususnya lulusan perguruan tinggi, untuk mengelola koperasi desa. Menurutnya, di tangan generasi muda terdidik proses operasionalisasi Kopdes/Kel Merah Putih diyakini akan lebih mudah dan terarah.

Hingga saat ini, Kemenkop sudah menjalin kerja sama dengan forum rektor dan berbagai universitas di tingkat provinsi. Tujuannya untuk membantu penguatan kelembagaan dan SDM dari Kopdes/ Kel Merah Putih.

“Pendekatan koperasi sekarang harus berbasis pendidikan. Karena SDM di koperasi desa ini nanti idealnya dikelola oleh anak-anak muda yang sudah siap dengan berbagai inovasinya,” katanya.

Menkop Ferry juga menyoroti pentingnya pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam operasionalisasi Kopdes/ Kel Merah Putih. Penggunaan teknologi berbasis kecerdasan buatan ini diperlukan untuk memetakan talenta para pengurus koperasi agar penempatan SDM lebih tepat sasaran. ***