Realitarakyat.com — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bergerak cepat memulihkan infrastruktur yang rusak akibat banjir dan longsor di Sumatra Utara, khususnya di Tapanuli Tengah dan Sibolga.
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan keselamatan warga jadi prioritas utama. “Kondisi di Sumatra Utara membutuhkan respons cepat dan terukur,” ujarnya.
Direktur Jenderal Bina Marga Roy Rizali Anwar menyebut dari 171 titik longsor, 163 sudah tertangani. Dari 27 jalan putus, 10 berhasil diperbaiki, sementara 28 titik banjir telah surut. Masih ada 12 km ruas prioritas dengan 7 titik yang perlu ditangani.
PU juga menyiapkan jalur alternatif, penimbunan darurat, dan jembatan bailey agar mobilitas warga serta distribusi logistik tetap berjalan.
Untuk sektor permukiman, Dirjen Cipta Karya Dewi Chomistriana menambahkan layanan dasar diperkuat dengan 13 hidran umum, tiga mobil tangki air, dan IPA sementara. Penyaluran bahan kimia juga dilakukan untuk menjamin kualitas air bersih.
Ketua Komisi V DPR RI Lasarus menekankan pentingnya kondisi pengungsian yang layak serta kewaspadaan terhadap longsor susulan. “Sepanjang jalan dari bandara hingga Sibolga masih banyak titik rawan. Pengungsian perlu segera dibenahi,” ujarnya.(Din)







